Halaman

Tampilkan postingan dengan label Makalah Penjas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makalah Penjas. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Desember 2012

Hakikat Konsep Diri

Pendahuluan
Menurut Calhoun dan Acocella, diri adalah “a hypothetical contruct referring to the complex set of physical, behavioral, and psychological processes characteristic of the individual”. Jadi, diri ialah suatu susunan konsep hipotetis yang merujuk pada perangkat kompleks dari karakteristik proses fisik, perilaku, dan kejiwaan dari seseorang. Konsep merupakan gagasan, ide-ide ataupun pemahaman yang dapat membentuk gambaran terhadap mental seseorang secara keseluruhan.
Berdasarkan paragraph diatas, maka disimpulkan bahwa konsep diri adalah pemahaman mengenai diri mencakup komponan fisik,  tingkah laku dan kejiwaan seseorang secara menyeluruh. Proses pembentukan konsep diri seseorang dibentuk melalui faktor internal maupun eksternal dari fenomena yang dialaminya didalam kehidupan maupun melalui pengalaman yang didapat melalui informasi.
Beberapa aspek dari diri antara lain:
  1. Tentang fisik diri, tubuh dan semua aktivitas biologis yang berlangsung didalamnya.
  2. Diri sebagai proses :  suatu aliran akal pikiran, emosi, dan perilaku kita yang konstan. Misalnya apabila mendapat suatu masalah, kita memberikan respon secara emosional, membuat suatu rencana pemecahannya, kemudian melakukan tindakan.
  3. Diri social : akal pikiran dan perilaku yang kita ambil sebagai respons secara umum terhadap orang lain dan masyarakat.Dalam masyarakat, kita mengambil peran tertentu, seperti ayah, anak, dokter, pasien, buruh, majikan, dll dan kita mengidentifikasi diri dengan peran tersebut secara kuat.
  4. Konsep diri anda : apa yang terlintas dalam pikiran anda saat Anda berpikir tentang “saya” atau suatu pandangan pribadi yang dimiliki seseorang tentang dirinya masing-masing.
  5. Cita diri : apa yang Anda inginkan. Cita diri anda akan menentukan konsep diri anda dengan mengukur prestasi anda yang sebenarnya dibandingkan dengan cita-cita diri yang membentuk konsep diri anda.


HAKIKAT KONSEP DIRI
Diri ialah suatu susunan konsep hipotetis yang merujuk pada perangkat kompleks dari karakteristik proses fisik, perilaku, dan kejiwaan dari seseorang. Sedangkan konsep merupakan gagasan, ide-ide ataupun pemahaman yang dapat membentuk gambaran terhadap mental seseorang secara keseluruhan. Jadi, konsep diri adalah pemahaman mengenai diri mencakup komponan fisik,  sosial, emosional dan kejiwaan (psikologis) seseorang secara keseluruhan.
Proses pembentukan konsep diri seseorang dibentuk melalui faktor internal dan eksternal dari beberapa objek. Konsep diri terbentuk dari dua komponen yaitu :
  1. Komponen Kognitif. Yaitu pengetahuan individu tentang keadaan dirinya. Misalnya, saya anak bodoh, saya anak pintar. Jadi, komponen kognitif akan menjelaskan siapa saya yang akan memberi gambaran tentang diri saya. Gambaran diri (self-picture) tersebut akan membentuk citra diri.
  2. Komponen Afektif. Penilaian individu terhadap diri. Penilaian tersebut akan membentuk penerimaan terhadap diri (self-acceptable), serta penghargaan diri (self-esteem) individu.
Komponen kognitif merupakan data yang bersifat objektif, sedangkan komponen afektif merupakan data yang bersifat subjektif. Konsep diri sendiri, terdiri atas :
¢  Citra Diri (self-image). Misalnya, saya seorang pelajar, saya seorang kakak, saya seorang petinju, saya seorang pesilat, tinggi badan saya 170 cm, dsb.
¢  Penghargaan diri (self-esteem) à suatu penilaian, perkiraan, mengenai kepantasan diri (self worth). Misalnya, saya peramah, saya sangat pandai, dsb.
Menurut Matt Jarvis (2005) dalam buku Dr. Sukirno (2012:84), konsep diri terbentuk setelah individu :
1.      Memiliki citra diri yang positif dan konstruktif
2.      Memiliki pandangan menyeluruh tentang dirinya (memahami atas kelebihan dan kekurangannya)
3.      Memiliki ketahanan menghadapi kemungkinan tentang hambatan dan kegagalan
4.      Memiliki rencana hidup yang mantap
William Brooks menyebutkan 4 faktor yang mempengaruhi perkembangan konsep diri :
  1. Self Appraisal-Viewing Self an Object. Suatu pandangan yang menjadikan diri sendiri sebagai objek dalam komunikasi, atau dengan kata lain, adalah kesan kita terhadap diri kita sendiri.
  2. Reaction and Response of others. Konsep diri dipengaruhi oleh reaksi dan respon orang lain terhadap diri kita.
  3. Roles You Play-Role Taking. Peran merupakan seperangkat patokan, yang membatasi perilaku yang mesti dilakukan oleh individu yang menduduki suatu posisi.
  4. Refences Group. Sikap yang menunjukkan rasa tidak senang atau tidak setuju terhadap kehadiran seseorang, biasanya dijadikan sebagai bahan komunikasi dalam penilaian kelompok terhadap prilaku seseorang. Semakin banyak kelompok rujukan yang menganggap diri kita positif, semakin positif konsep diri kita.

Konsep ide atau proses yang memungkinkan seseorang untuk dapat menyerap dan menyaring informasi yang dianggap penting. Seseorang yang banyak menggagaskan ide-ide akan menjadikan dirinya menjadi individu yang kreatif yang akan menghasilkan rumusan-rumusan atau cara-cara baru dalam menghasilkan suatu produk baru. Gagasan atau ide-ide baru yang menjadikan rumusan, cara ataupun penemuan baru akan dapat meningkatkan kualitas dan atau kuantitas, misalnya seorang pelatih yang menemukan metode baru dalam latihan guna meningkatkan hasil latihan untuk mencapai prestasi tinggi.
Menurut Semiawan dkk (2004), kreatifitas adalah suatu kondisi, sikap atau keadaan yang sangat khusus sifatnya dan hamper tidak mungkin dirumuskan secara tuntas (dalam buku Dr. Sukirno, 2012:85). Dalam pembentukan terjadinya kreatifitas terhadap diri seseorang, maka seluruh sistem otak manusia akan terlibat secara maksimal. Kreatifitas seseorang sangat dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan seseorang, semakin tinggi tingkat pendidikan (kecerdasan) seseorang, maka akan semakin tinggi pula tingkat kreatifitas orang tersebut.

Komponen yang mempengaruhi terjadinya kreatifitas seseorang adalah sebagai berikut:
1.      Kondisi kesadaran yang diperoleh dari ketidak sadaran (intuisi).
2.      Kondisi berfikir rasional seseorang yang terukurkan (berfikir).
3.      Kondisi cipta talen produk baru yang diperoleh dari orang lain, tuntutan keterampilan seseorang yang tinggi (pengindraan).
4.      Kondisi perasaan seseorang, dampak emosi yang menuntut kesadaran diri serta aktualitas diri (perasaan).

Sebagai makhluk yang paling mulia dimuka bumi ini dan diberikan akal fikiran, manusia harus menyadari dirinya yang terlibat secara aktif terhadap pengenalan diri sendiri. Manusia memiliki sifat dinamis yang dapat berubah sesuai dengan kondisi situasi, pengalaman dan konsep diri yang dimilikinya. Konsep diri adalah gambaran yang dimiliki individu tentang diri sendiri. Konsep diri merupakan gabungan keyakinan yang dimiliki tentang diri sendiri, konsep diri mencakup komponen fisik, psikologis, sosial dan emosional termasuk apresiasi dan prestasi yang telah dicapai.
Konsep diri merupakan persepsi dan gambaran tentang dirinya yang berkaitan dengan nilai, kemampuan dan keterbatasannya. Dengan demikian, konsep diri dapat dikatakan sebagai gambaran keseluruhan mental termasuk semua pikiran dan perasaan yang dimiliki seseorang. Konsep diri dapat dikatakan sebagai kesadaran akan identitas diri sendiri yang ada dalam pandangan diri sendiri. Sehingga konsep diri merupakan totalitas  dari semua apa yang  dapat dikatakan seseorang tentang dirinya. Seseorang yang memiliki konsep diri, maka ia akan dapat melakukan intropeksi diri atau mawas diri sehingga orang tersebut akan memiliki atau mengetahui batas-batas tentang nilai, norma, keunggulan dan kelemahannya.
Konsep diri dapat diarahkan untuk menimbulkan keyakinan pada diri sendiri (percaya diri). Kepercayaan diri menggambarkan kualitas kepribadian seseorang yang bersumber pada konsep diri. Dengan memiliki konsep diri dengan baik, maka seseorang dapat memantapkan kesiapan dalam menghadapi tantangan dan hambatan hidup akan kemungkinan menghadapi kesuksesan maupun kegagalan. Untuk meningkatkan kepercayaan diri seseorang perlu dilakukan pembenahan terhadap diri sendiri baik dari segi internal maupun eksternal. Dari segi internal berupa sifat, pemikiran, motif, perasaan untuk membentuk persepsi, sikap dan citra diri. Sedangkan dari segi eksternal dapat dilakukan melalui pendidikan, pengalaman, pengetahuan dan lingkungan sekitar termasuk hambatan yang dialami.
Citra diri terbentuk melalui faktor internal dan eksternal, faktor internal berkaitan dengan kepribadian seperti sikap, nilai, moral maupun intelektual. Sedangkan faktor eksternal didapat dari kematangan, pengalaman dan hasil belajar atau pendidikan. Persepsi diri merupakan hal yang sangat penting, karena akan dapat mempolakan sikap dan tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pembinaan secara terarah dan kontinu (terus-menerus), maka konsep diri dapat dikembangkan menuju pada sikap positif, berkaitan dengan motivasi untuk berprestasi, kepercayaan diri, rasa harga diri dan selalu berfikri optimis untuk mendapatkan suatu keberhasilan dalam menggapai tujuan. Setiap individu memiliki konsep diri yang berbeda, sesuai dengan pola pikir individu mengenai dirinya sendiri mengenai kesadaran diri akan kelebihan dan kekurangannya. Jadi yang dimaksud konsep diri adalah seseorang yang mampu memandang dirinya dari segi kekurangan dan kelebihannya serta mampu menerima dan menghargai kekurangan dan kelebihan orang lain.
Pembentukan konsep diri dapat juga dilakukan melalui latihan mental untuk meningkatkan kesiapan dan kematangan dalam menghadapi situasi apapun. Konsep diri dan kepercayaan diri berpengaruh terhadap performa seseorang dalam menghadapi situasi dan kondisi tertentu, seperti saat melakukan pertandingan ataupun perlombaan. Semakin matang konsep diri dan kepercayaan diri seseorang maka akan semakin tinggi pula kesetabilan emosinya, hal tersebut dapat terlihat dari performa berupa sikap dan tingkah laku yang ditampilkan seseorang.
Percaya diri merupakan komponen penting dalam diri seseorang, tetapi kepercayaan diri yang berlebihan atau over cofidence tidak baik. Seseorang yang memiliki over cofidence biasanya congkak dan bertindak semaunya. Seseorang yang memiliki over cofidence akan sombong, menganggap enteng lawan, sehingga atlit yang memiliki tabiat over cofidence dapat mengarah pada hal negatif yang akan dapat merugikan diri sendiri. Saat mengalami kegagalan, sering terjadi frustasi dan pada akhirnya atlet tersebut akan berhenti ditengah jalan sebelum memperoleh prestasi tertinggi.


Konsep diri merupakan komponen kejiwaan yang dibentuk melalui faktor internal dan eksternal. Faktor internal berkaitan dengan dengan sikap dan kepribadian, sedangkan faktor eksternal berkaitan dengan lingkungan, pengalaman dan pendidikan yang diperoleh. Semakin tinggi kepribadian dan pendidikan serta pengalaman seseorang, maka konsep dirinya juga akan semakin tinggi pula.
Baca Terusannya »»   Sumber : http://kolombloggratis.blogspot.com/2011/03/cara-membuat-readmore-otomatis-di-blog.html#ixzz2FxHQZvoq
»»  
Pendahuluan
Menurut Calhoun dan Acocella, diri adalah “a hypothetical contruct referring to the complex set of physical, behavioral, and psychological processes characteristic of the individual”. Jadi, diri ialah suatu susunan konsep hipotetis yang merujuk pada perangkat kompleks dari karakteristik proses fisik, perilaku, dan kejiwaan dari seseorang. Konsep merupakan gagasan, ide-ide ataupun pemahaman yang dapat membentuk gambaran terhadap mental seseorang secara keseluruhan.
Berdasarkan paragraph diatas, maka disimpulkan bahwa konsep diri adalah pemahaman mengenai diri mencakup komponan fisik,  tingkah laku dan kejiwaan seseorang secara menyeluruh. Proses pembentukan konsep diri seseorang dibentuk melalui faktor internal maupun eksternal dari fenomena yang dialaminya didalam kehidupan maupun melalui pengalaman yang didapat melalui informasi.
Beberapa aspek dari diri antara lain:
  1. Tentang fisik diri, tubuh dan semua aktivitas biologis yang berlangsung didalamnya.
  2. Diri sebagai proses :  suatu aliran akal pikiran, emosi, dan perilaku kita yang konstan. Misalnya apabila mendapat suatu masalah, kita memberikan respon secara emosional, membuat suatu rencana pemecahannya, kemudian melakukan tindakan.
  3. Diri social : akal pikiran dan perilaku yang kita ambil sebagai respons secara umum terhadap orang lain dan masyarakat.Dalam masyarakat, kita mengambil peran tertentu, seperti ayah, anak, dokter, pasien, buruh, majikan, dll dan kita mengidentifikasi diri dengan peran tersebut secara kuat.
  4. Konsep diri anda : apa yang terlintas dalam pikiran anda saat Anda berpikir tentang “saya” atau suatu pandangan pribadi yang dimiliki seseorang tentang dirinya masing-masing.
  5. Cita diri : apa yang Anda inginkan. Cita diri anda akan menentukan konsep diri anda dengan mengukur prestasi anda yang sebenarnya dibandingkan dengan cita-cita diri yang membentuk konsep diri anda.


HAKIKAT KONSEP DIRI
Diri ialah suatu susunan konsep hipotetis yang merujuk pada perangkat kompleks dari karakteristik proses fisik, perilaku, dan kejiwaan dari seseorang. Sedangkan konsep merupakan gagasan, ide-ide ataupun pemahaman yang dapat membentuk gambaran terhadap mental seseorang secara keseluruhan. Jadi, konsep diri adalah pemahaman mengenai diri mencakup komponan fisik,  sosial, emosional dan kejiwaan (psikologis) seseorang secara keseluruhan.
Proses pembentukan konsep diri seseorang dibentuk melalui faktor internal dan eksternal dari beberapa objek. Konsep diri terbentuk dari dua komponen yaitu :
  1. Komponen Kognitif. Yaitu pengetahuan individu tentang keadaan dirinya. Misalnya, saya anak bodoh, saya anak pintar. Jadi, komponen kognitif akan menjelaskan siapa saya yang akan memberi gambaran tentang diri saya. Gambaran diri (self-picture) tersebut akan membentuk citra diri.
  2. Komponen Afektif. Penilaian individu terhadap diri. Penilaian tersebut akan membentuk penerimaan terhadap diri (self-acceptable), serta penghargaan diri (self-esteem) individu.
Komponen kognitif merupakan data yang bersifat objektif, sedangkan komponen afektif merupakan data yang bersifat subjektif. Konsep diri sendiri, terdiri atas :
¢  Citra Diri (self-image). Misalnya, saya seorang pelajar, saya seorang kakak, saya seorang petinju, saya seorang pesilat, tinggi badan saya 170 cm, dsb.
¢  Penghargaan diri (self-esteem) à suatu penilaian, perkiraan, mengenai kepantasan diri (self worth). Misalnya, saya peramah, saya sangat pandai, dsb.
Menurut Matt Jarvis (2005) dalam buku Dr. Sukirno (2012:84), konsep diri terbentuk setelah individu :
1.      Memiliki citra diri yang positif dan konstruktif
2.      Memiliki pandangan menyeluruh tentang dirinya (memahami atas kelebihan dan kekurangannya)
3.      Memiliki ketahanan menghadapi kemungkinan tentang hambatan dan kegagalan
4.      Memiliki rencana hidup yang mantap
William Brooks menyebutkan 4 faktor yang mempengaruhi perkembangan konsep diri :
  1. Self Appraisal-Viewing Self an Object. Suatu pandangan yang menjadikan diri sendiri sebagai objek dalam komunikasi, atau dengan kata lain, adalah kesan kita terhadap diri kita sendiri.
  2. Reaction and Response of others. Konsep diri dipengaruhi oleh reaksi dan respon orang lain terhadap diri kita.
  3. Roles You Play-Role Taking. Peran merupakan seperangkat patokan, yang membatasi perilaku yang mesti dilakukan oleh individu yang menduduki suatu posisi.
  4. Refences Group. Sikap yang menunjukkan rasa tidak senang atau tidak setuju terhadap kehadiran seseorang, biasanya dijadikan sebagai bahan komunikasi dalam penilaian kelompok terhadap prilaku seseorang. Semakin banyak kelompok rujukan yang menganggap diri kita positif, semakin positif konsep diri kita.

Konsep ide atau proses yang memungkinkan seseorang untuk dapat menyerap dan menyaring informasi yang dianggap penting. Seseorang yang banyak menggagaskan ide-ide akan menjadikan dirinya menjadi individu yang kreatif yang akan menghasilkan rumusan-rumusan atau cara-cara baru dalam menghasilkan suatu produk baru. Gagasan atau ide-ide baru yang menjadikan rumusan, cara ataupun penemuan baru akan dapat meningkatkan kualitas dan atau kuantitas, misalnya seorang pelatih yang menemukan metode baru dalam latihan guna meningkatkan hasil latihan untuk mencapai prestasi tinggi.
Menurut Semiawan dkk (2004), kreatifitas adalah suatu kondisi, sikap atau keadaan yang sangat khusus sifatnya dan hamper tidak mungkin dirumuskan secara tuntas (dalam buku Dr. Sukirno, 2012:85). Dalam pembentukan terjadinya kreatifitas terhadap diri seseorang, maka seluruh sistem otak manusia akan terlibat secara maksimal. Kreatifitas seseorang sangat dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan seseorang, semakin tinggi tingkat pendidikan (kecerdasan) seseorang, maka akan semakin tinggi pula tingkat kreatifitas orang tersebut.

Komponen yang mempengaruhi terjadinya kreatifitas seseorang adalah sebagai berikut:
1.      Kondisi kesadaran yang diperoleh dari ketidak sadaran (intuisi).
2.      Kondisi berfikir rasional seseorang yang terukurkan (berfikir).
3.      Kondisi cipta talen produk baru yang diperoleh dari orang lain, tuntutan keterampilan seseorang yang tinggi (pengindraan).
4.      Kondisi perasaan seseorang, dampak emosi yang menuntut kesadaran diri serta aktualitas diri (perasaan).

Sebagai makhluk yang paling mulia dimuka bumi ini dan diberikan akal fikiran, manusia harus menyadari dirinya yang terlibat secara aktif terhadap pengenalan diri sendiri. Manusia memiliki sifat dinamis yang dapat berubah sesuai dengan kondisi situasi, pengalaman dan konsep diri yang dimilikinya. Konsep diri adalah gambaran yang dimiliki individu tentang diri sendiri. Konsep diri merupakan gabungan keyakinan yang dimiliki tentang diri sendiri, konsep diri mencakup komponen fisik, psikologis, sosial dan emosional termasuk apresiasi dan prestasi yang telah dicapai.
Konsep diri merupakan persepsi dan gambaran tentang dirinya yang berkaitan dengan nilai, kemampuan dan keterbatasannya. Dengan demikian, konsep diri dapat dikatakan sebagai gambaran keseluruhan mental termasuk semua pikiran dan perasaan yang dimiliki seseorang. Konsep diri dapat dikatakan sebagai kesadaran akan identitas diri sendiri yang ada dalam pandangan diri sendiri. Sehingga konsep diri merupakan totalitas  dari semua apa yang  dapat dikatakan seseorang tentang dirinya. Seseorang yang memiliki konsep diri, maka ia akan dapat melakukan intropeksi diri atau mawas diri sehingga orang tersebut akan memiliki atau mengetahui batas-batas tentang nilai, norma, keunggulan dan kelemahannya.
Konsep diri dapat diarahkan untuk menimbulkan keyakinan pada diri sendiri (percaya diri). Kepercayaan diri menggambarkan kualitas kepribadian seseorang yang bersumber pada konsep diri. Dengan memiliki konsep diri dengan baik, maka seseorang dapat memantapkan kesiapan dalam menghadapi tantangan dan hambatan hidup akan kemungkinan menghadapi kesuksesan maupun kegagalan. Untuk meningkatkan kepercayaan diri seseorang perlu dilakukan pembenahan terhadap diri sendiri baik dari segi internal maupun eksternal. Dari segi internal berupa sifat, pemikiran, motif, perasaan untuk membentuk persepsi, sikap dan citra diri. Sedangkan dari segi eksternal dapat dilakukan melalui pendidikan, pengalaman, pengetahuan dan lingkungan sekitar termasuk hambatan yang dialami.
Citra diri terbentuk melalui faktor internal dan eksternal, faktor internal berkaitan dengan kepribadian seperti sikap, nilai, moral maupun intelektual. Sedangkan faktor eksternal didapat dari kematangan, pengalaman dan hasil belajar atau pendidikan. Persepsi diri merupakan hal yang sangat penting, karena akan dapat mempolakan sikap dan tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pembinaan secara terarah dan kontinu (terus-menerus), maka konsep diri dapat dikembangkan menuju pada sikap positif, berkaitan dengan motivasi untuk berprestasi, kepercayaan diri, rasa harga diri dan selalu berfikri optimis untuk mendapatkan suatu keberhasilan dalam menggapai tujuan. Setiap individu memiliki konsep diri yang berbeda, sesuai dengan pola pikir individu mengenai dirinya sendiri mengenai kesadaran diri akan kelebihan dan kekurangannya. Jadi yang dimaksud konsep diri adalah seseorang yang mampu memandang dirinya dari segi kekurangan dan kelebihannya serta mampu menerima dan menghargai kekurangan dan kelebihan orang lain.
Pembentukan konsep diri dapat juga dilakukan melalui latihan mental untuk meningkatkan kesiapan dan kematangan dalam menghadapi situasi apapun. Konsep diri dan kepercayaan diri berpengaruh terhadap performa seseorang dalam menghadapi situasi dan kondisi tertentu, seperti saat melakukan pertandingan ataupun perlombaan. Semakin matang konsep diri dan kepercayaan diri seseorang maka akan semakin tinggi pula kesetabilan emosinya, hal tersebut dapat terlihat dari performa berupa sikap dan tingkah laku yang ditampilkan seseorang.
Percaya diri merupakan komponen penting dalam diri seseorang, tetapi kepercayaan diri yang berlebihan atau over cofidence tidak baik. Seseorang yang memiliki over cofidence biasanya congkak dan bertindak semaunya. Seseorang yang memiliki over cofidence akan sombong, menganggap enteng lawan, sehingga atlit yang memiliki tabiat over cofidence dapat mengarah pada hal negatif yang akan dapat merugikan diri sendiri. Saat mengalami kegagalan, sering terjadi frustasi dan pada akhirnya atlet tersebut akan berhenti ditengah jalan sebelum memperoleh prestasi tertinggi.


Konsep diri merupakan komponen kejiwaan yang dibentuk melalui faktor internal dan eksternal. Faktor internal berkaitan dengan dengan sikap dan kepribadian, sedangkan faktor eksternal berkaitan dengan lingkungan, pengalaman dan pendidikan yang diperoleh. Semakin tinggi kepribadian dan pendidikan serta pengalaman seseorang, maka konsep dirinya juga akan semakin tinggi pula.
»»  READMORE...
»»  READMORE...

Senin, 28 November 2011

Makalah Voli Penjaskes

I. PENDAHULUAN.

Bola voli adalah olahraga yang dimainkan oleh dua tim dalam satu lapangan yang dipisahkan oleh sebuah net (Peraturan Permainan Bola Voli : 1). Terdapat versi yang berbeda tentang jumlah pemain, jenis/ukuran lapangan, angka kemenangan dan peraturan yang digunakan. Tujuan dari permainan adalah melewatkan bola diatas net agar dapat jatuh menyentuh lantai lapangan lawan dan untuk mencegah usaha yang sama dari lawan.

Tehnik-tehnik dalam permainan bola voli, yaitu :
  1. Passing bawah.
  2. Passing atas.
  3. Servis, ter bagi :

  • Servis atas.
  • Servis bawah.
  • Jump servis
4. Smash.
5. Block.

Ukuran lapangan bola voli yang umum adalah 9 meter x 18 meter. Ukuran tinggi net putra 2,43 meter dan untuk net putri 2,24 meter. Garis batas serang untuk pemain belakang berjarak 3 meter dari garis tengah (sejajar dengan jaring). Garis tepi lapangan adalah 5 cm.

Yang dibahas dalam makalah ini bukanlah permainan bola volinya, tetapi tata nilai dari permainan voli dan manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari. Karena dalam permainan voli sendiri memiliki tata nilai yang sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi calon generasi penerus bangsa yang akan membawa kemana bangsa ini sehingga mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa indonesia dimasa yang akan datang.

Dewasa ini prilaku manusia sudah banyak yang menyimpang dari norma-norma yang ada dimasyarakat, sehingga perlu diadakan pembenahan prilaku agar tercapainya kehidupan yang harmonis dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan makalah ini harapan saya semoga dapat memberikan motivasi kepada masyarakat supaya dapat berprilaku dan bersikap yang lebih baik sehingga pada masa yang akan datang dapat mambawa perubahan sikap, tutur kata dan prilaku generasi muda serta dapat mengembalikan image bangsa sebagai bangsa yang ramah tamah dan sopan santun.

II. PERMASALAHAN.

Sebagai bangsa yang terkenal dengan ramah tamah dan sopan, maka sangat tidak lazim jika masyarakat yang bernaung didalamnya tidak berkepribadian yang luhur. Mudah-mudahan dengan mengikuti cabang olahraga voli dapat merubah kepribadian, sikap dan tingkah laku yang lebih baik dan sesuai dengan norma yang berlaku, sehingga image bangsa dan negara kita yang terkenal dengan keramah tamahan dan kesopanan kembali terwujud.

Bola voli merupakan olahraga yang cukup digemari di Indonesia, karena dengan bermain voli dapat memberikan hiburan tersendiri bagi yang memaikan dan yang melihatnya. Permainan bola voli juga selalu diajarkan pada tingkat pendidikan dari sekolah dasar sampai sekolah atas sehingga penerapan tata nilai dalam permainan bola voli lebih mudah.

Dari uraian diatas maka akan timbul pertanyaan :
1. Apa saja tata nilai yang terkandung dalam permainan bola voli?
2. Seberapa besar dan Apa saja pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari?

III. PEMBAHASAN MASALAH.
III.1. Tata Nilai Dalam Permainan Bola Voli.

Dalam permainan bola voli sebenarnya tidak hanya terdapat interaksi fisik saja yang membuat jasmani orang yang memainkannya menjadi sehat dan bugar, tetapi terdapat juga komponen-komponen tentang nilai-nilai didalamnya, sehingga orang yang memainkan permainan bola voli tidak hanya memperoleh jasmani yang sehat, tetapi juga memiliki jiwa dan kepribadian yang baik dan sesuai norma dalam kehidupan. Dengan bermain voli juga dapat mengangkat harkat dan martabatan diri sendiri pada khususnya, tim, seponsor dan daerah yang kita bawa dalam pertandingan.

Komponen nilai-nilai yang dimaksud adalah :
1. Kerjasama.
Kerjasama merupakan koordinasi yang seirama antara pemain yang satu dengan pemain yang lain dalam satu tim. Kerjasama sangat dibutuhkan dalam permainan bola voli, selain karena peraturan yang tidak memperbolehkan seorang pemain menyentuh bola dua kali berturut-turut, dengan kerjasama permainan lebih memiliki seni, indah dilihat, mempertontonkan kekompakan tim, membuat pemain lebih semangat dan permainan juga tidak terasa terlalu capek.

2. Disiplin.
Disiplin merupan prilaku mentaati aturan yang telah ditentukan. Disiplin dalam permainan voli, misalnya datang tepat waktu, menjaga daerah lapangan pada umumnya dan posisi pada khususnya, mentaati peraturan yang berlaku dan tidak mengulur-ulur waktu. Disiplin dalam permainan bola sangat dibutuhkan, karena apabila pemain tidak datang tepat waktu saat pertandingan atau paling lambat 15 menit lewat dari jadwal yang ditentukan maka dinyatakan walk out (WO). Disiplin dalam menjaga daerah pertahanan agar dapat bermain dengan baik dan meminimalis kesalahan serta kesalahan, mentaati peraturan agar pemain tidak mendapat teguran maupun sanksi.

3. Tanggung jawab.
Tanggung jawab merupakan sikap berani menanggung resiko apa yang telah dilakukan baik positif maupun negatif. Tanggung jawab dalam permainan bola voli, misalnya menerima keputusan wasit yang memberi sanksi WO (wolk out) karena terlambat datang lebih dari 15 menit dalam pertandingan, menerima tidak dimainkan dalam pertandingan oleh pelatih karena jarang datang latihan dan bermain kurang bagus serta tidak konsisten. Tanggung jawab dibutuhkan, supaya pemain tepat waktu dan memberikan yang kontribusi yang terbaik serta tidak mengulangi kesalahan yang merugikan diri sendiri maupun tim.


4. Gigih.
Gigih merupakan sikap tidak mudah menyerah dalam mendapatkan atau menguasai sesuatu. Gigih dalam permainan bola voli berupa latihan passing, block, smash dan servis serta berusaha bermain baik, sportif, disiplin dan konsisten dalam pertandingan supaya mendapatkan gelar juara. Gigih dalam permainan bola voli berguna untuk memotifasi pemain supaya menjadi yang lebih baik dan belajar dari kesalahan dan kekalahan, sehingga membuat kita selau semangat dalam melakukan dan mengejar sesuatu.

5. Taat aturan.
Taat aturan merupakan sikap menjaga, mentaati dan melakukan aturan-aturan yang berlaku. Taat aturan dalam permainan voli, misalnya disiplin, tidak melakukan tindakan anarkis, tidak melakukan protes yang berlebiha. Maanfaat taat aturan membuat kita tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri kita sendiri maupun orang lain.

6. Sportif.
Dalam sportif terdapat beberapa komponen, yaitu :
a. Jujur.
Yaitu sikap berani mengatakan apa adanya. Misalnya saat kita melakukan smash dan menyentuh net, maka tidak melakukan protes kepada wasit karena memang kita menyentuh net.

b. Rendah hati.
Merupakan sikap tidak sombong terhadap hasil yang dicapai. Misalnya tim memenangkan pertandingan pertandingan, maka tidak mengejek tim yang kalah, menyalami dan tetap memberi motifasi kepada lawan semoga lain kali bisa menjadi yang lebih baik.

c. Tenggang rasa.
Merupakan sikap simpatik kepada orang lain. Misalnya menyalami rekan yang terjatuh saat menerima smash dari lawan.

d. Pemaaf.
Merupakan sikap tidak dendam terhadap orang lain. Misalnya terjadi body kontak saat melakukan smash maupun block, maka saling berjabat tangan dan saling memaafkan.

e. Lapang dada.
Lapang dada merupakan sikap berbesar hati saat dalam keadaan yang tidak menyenangkan bagi kita. Lapang dada dalam permainan bola voli, misalnya kalah dalam pertandingan, berfikirlah positif mungkin lawan lebih baik dari pada kita, tidak dimainkan oleh pelatih atau sebagai cadangan, berarti rekan satu tim kita lebih bagus mainnya.

7. Seni.
Seni merupakan gerakan permainan yang indah dilihat atau ditonton. Seni dalam permainan bola voli merupakan motifasi dan semangat yang timbul secara otomatis saat kita melakukan permainan dengan gerakan-gerakan kerjasama yang bagus. Seni dapat membuat orang yang melihat pertandingan jadi tertarik untuk belajar dan bagi pemain dapat menjadikan sebuah hiburan selain kebugaran dan kesehatan fisik.

8. Sopan.
Sopan merupakan sikap menghargai dan melakukan tindakan atau sikap yang tidak menyimpang dari aturan atau norma yang berlaku. Sopan sangat erat kaitannya dengan tata krama atau unggah-ungguh. Sopan dalam permainan bola voli, misalnya menghargai dan berkata serta tidak berprilaku sewenang-wenang kepada rekan, lawan, pelatih, wasit maupun panitia pertandingan. Sikap sopan dalam permainan bola voli dapat membuat orang lain menyayangi, menghargai dan menghormati kita, sehingga kita berkesan baik dimata orang lain.

III.2. Pengaruhnya Dalam Kehidupan Sehari-hari.

Komponen-komponen tata nilai yang telah disebutkan diatas sangat besar pengaruhnya bagi kehidupan sehari-hari, dari mulai tingkah laku, sikap, tutur kata dan kepribadian kita. Karena dalam permainan bola voli kita sudah terbiasa melakukan hal-hal seperti diatas maka secara otomatis akan kita bawa dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dalam aktifitas sehari-hari kita tidak merasa asing lagi dalam melakukan hal-hal seperti diatas.

Pengaruh komponen tata nilai permainan bola voli dalam kehidupan sehari-hari :
1. Membiasaakan kita bertutur kata, bersikap dan berprilaku sopan.
2. Membiasakan kita hidup disiplin waktu maupun aturan.
3. Membuat hidup kita selalu ceria dan tubuh tetap sehat dan bugar.
4. Membuat kita mempunyai banyak teman.
5. Membuat kita disenangi banyak orang.
6. Membuat hidup kita taat aturan.
7. Membuat kita terbiasa bekerjasama dengan orang lain.
8. Membuat kita selalu semangat dalam melakukan sesuatu hal.

IV. KESIMPULAN.

Olahraga merupakan sarana untuk menyehatkan badan, membuat badan selalu segar dan bugar, olahraga juga dapat membuat pertumbuhan fisik manusia menjadi optimal serta dapat juga membentuk karakter, sikap, tutur kata dan prilaku manusia menjadi lebih baik. Dalam olahraga voli memang yang terutama yang berinteraksi adalah fisik, tetapi komponen tata nilai yang terkandung didalamnya merupakan pendidikan tambah yang dapat membentuk kepribadian manusia.

Jadi selain manfaat interaksi fisik yang yang dapat mengoptimalkan pertumbuhan fisik manusia, dalam permainan voli juga memiliki komponen tata nilai yang dapat membentuk karakter manusia menjadi lebih baik, lebih bermartabat dan lebih sopan. Harapan saya semoga yang dipelajari dalampermainan bola voli bukan hanya interaksi fisiknya saja, tetapi juga pembentukan sikap dan karakter yang dapat meningkatkan harkat dan martabat diri sendiri pada khususnya serta bangsa dan negara pada umumnya.


V. SARAN.

Berdasarkan permasalahan, pembahasan dan kesimpulan, maka dapat ditemukan saran-saran yang diharapkan dapat menjadi solusi dan motifasi.
Saran-saran tersebut seperti :
1. Mengingat olahraga voli juga dapat memoptimalkan pertumbuhan fisik manusia, maka diharapkan bagi generasi penerus sebaiknya mempelajari permainan voli supaya pertumbuhan fisik dapat optimal.
2. Dalam dunia pendidikan dari tingkat sekolah dasar sampai pada sekolah menengah atas terdapat pembelajaran mengenai olahraga permainan voli, diharapkan dari mulai pengenalan permainan voli ini diterapkan juga komponen tata nilai yang terdapat didalamnya supaya sejak usia dini generasi penerus bangsa memiliki karakter, sifat dan sikap yang baik seperti yang terdapat dalam tata nilai permainan voli.
3. Permainan bola voli juga dapat menambah wawasan dan meningkatkan IQ manusia, sehingga dengan fisik yang memadai dan IQ yang ok maka dapat meningkatkan martabat.



DAFTAR PUSTAKA

Mukholid, Agus. 2009. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA Kelas X. Jakarta Timur : Yudhistira.
Peraturan Permainan Bola Voli. PBVSI. Jakarta.
Roji. 2008. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMP Kelas IX. Jakarta : Erlangga.
Tamat, Trisnowati dan Mirman, Moekarto. 2007. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Jakarta : Universitas Terbuka.
Baca Terusannya »»   Sumber : http://kolombloggratis.blogspot.com/2011/03/cara-membuat-readmore-otomatis-di-blog.html#ixzz2FxHQZvoq
»»  
I. PENDAHULUAN.

Bola voli adalah olahraga yang dimainkan oleh dua tim dalam satu lapangan yang dipisahkan oleh sebuah net (Peraturan Permainan Bola Voli : 1). Terdapat versi yang berbeda tentang jumlah pemain, jenis/ukuran lapangan, angka kemenangan dan peraturan yang digunakan. Tujuan dari permainan adalah melewatkan bola diatas net agar dapat jatuh menyentuh lantai lapangan lawan dan untuk mencegah usaha yang sama dari lawan.

Tehnik-tehnik dalam permainan bola voli, yaitu :
  1. Passing bawah.
  2. Passing atas.
  3. Servis, ter bagi :

  • Servis atas.
  • Servis bawah.
  • Jump servis
4. Smash.
5. Block.

Ukuran lapangan bola voli yang umum adalah 9 meter x 18 meter. Ukuran tinggi net putra 2,43 meter dan untuk net putri 2,24 meter. Garis batas serang untuk pemain belakang berjarak 3 meter dari garis tengah (sejajar dengan jaring). Garis tepi lapangan adalah 5 cm.

Yang dibahas dalam makalah ini bukanlah permainan bola volinya, tetapi tata nilai dari permainan voli dan manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari. Karena dalam permainan voli sendiri memiliki tata nilai yang sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi calon generasi penerus bangsa yang akan membawa kemana bangsa ini sehingga mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa indonesia dimasa yang akan datang.

Dewasa ini prilaku manusia sudah banyak yang menyimpang dari norma-norma yang ada dimasyarakat, sehingga perlu diadakan pembenahan prilaku agar tercapainya kehidupan yang harmonis dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan makalah ini harapan saya semoga dapat memberikan motivasi kepada masyarakat supaya dapat berprilaku dan bersikap yang lebih baik sehingga pada masa yang akan datang dapat mambawa perubahan sikap, tutur kata dan prilaku generasi muda serta dapat mengembalikan image bangsa sebagai bangsa yang ramah tamah dan sopan santun.

II. PERMASALAHAN.

Sebagai bangsa yang terkenal dengan ramah tamah dan sopan, maka sangat tidak lazim jika masyarakat yang bernaung didalamnya tidak berkepribadian yang luhur. Mudah-mudahan dengan mengikuti cabang olahraga voli dapat merubah kepribadian, sikap dan tingkah laku yang lebih baik dan sesuai dengan norma yang berlaku, sehingga image bangsa dan negara kita yang terkenal dengan keramah tamahan dan kesopanan kembali terwujud.

Bola voli merupakan olahraga yang cukup digemari di Indonesia, karena dengan bermain voli dapat memberikan hiburan tersendiri bagi yang memaikan dan yang melihatnya. Permainan bola voli juga selalu diajarkan pada tingkat pendidikan dari sekolah dasar sampai sekolah atas sehingga penerapan tata nilai dalam permainan bola voli lebih mudah.

Dari uraian diatas maka akan timbul pertanyaan :
1. Apa saja tata nilai yang terkandung dalam permainan bola voli?
2. Seberapa besar dan Apa saja pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari?

III. PEMBAHASAN MASALAH.
III.1. Tata Nilai Dalam Permainan Bola Voli.

Dalam permainan bola voli sebenarnya tidak hanya terdapat interaksi fisik saja yang membuat jasmani orang yang memainkannya menjadi sehat dan bugar, tetapi terdapat juga komponen-komponen tentang nilai-nilai didalamnya, sehingga orang yang memainkan permainan bola voli tidak hanya memperoleh jasmani yang sehat, tetapi juga memiliki jiwa dan kepribadian yang baik dan sesuai norma dalam kehidupan. Dengan bermain voli juga dapat mengangkat harkat dan martabatan diri sendiri pada khususnya, tim, seponsor dan daerah yang kita bawa dalam pertandingan.

Komponen nilai-nilai yang dimaksud adalah :
1. Kerjasama.
Kerjasama merupakan koordinasi yang seirama antara pemain yang satu dengan pemain yang lain dalam satu tim. Kerjasama sangat dibutuhkan dalam permainan bola voli, selain karena peraturan yang tidak memperbolehkan seorang pemain menyentuh bola dua kali berturut-turut, dengan kerjasama permainan lebih memiliki seni, indah dilihat, mempertontonkan kekompakan tim, membuat pemain lebih semangat dan permainan juga tidak terasa terlalu capek.

2. Disiplin.
Disiplin merupan prilaku mentaati aturan yang telah ditentukan. Disiplin dalam permainan voli, misalnya datang tepat waktu, menjaga daerah lapangan pada umumnya dan posisi pada khususnya, mentaati peraturan yang berlaku dan tidak mengulur-ulur waktu. Disiplin dalam permainan bola sangat dibutuhkan, karena apabila pemain tidak datang tepat waktu saat pertandingan atau paling lambat 15 menit lewat dari jadwal yang ditentukan maka dinyatakan walk out (WO). Disiplin dalam menjaga daerah pertahanan agar dapat bermain dengan baik dan meminimalis kesalahan serta kesalahan, mentaati peraturan agar pemain tidak mendapat teguran maupun sanksi.

3. Tanggung jawab.
Tanggung jawab merupakan sikap berani menanggung resiko apa yang telah dilakukan baik positif maupun negatif. Tanggung jawab dalam permainan bola voli, misalnya menerima keputusan wasit yang memberi sanksi WO (wolk out) karena terlambat datang lebih dari 15 menit dalam pertandingan, menerima tidak dimainkan dalam pertandingan oleh pelatih karena jarang datang latihan dan bermain kurang bagus serta tidak konsisten. Tanggung jawab dibutuhkan, supaya pemain tepat waktu dan memberikan yang kontribusi yang terbaik serta tidak mengulangi kesalahan yang merugikan diri sendiri maupun tim.


4. Gigih.
Gigih merupakan sikap tidak mudah menyerah dalam mendapatkan atau menguasai sesuatu. Gigih dalam permainan bola voli berupa latihan passing, block, smash dan servis serta berusaha bermain baik, sportif, disiplin dan konsisten dalam pertandingan supaya mendapatkan gelar juara. Gigih dalam permainan bola voli berguna untuk memotifasi pemain supaya menjadi yang lebih baik dan belajar dari kesalahan dan kekalahan, sehingga membuat kita selau semangat dalam melakukan dan mengejar sesuatu.

5. Taat aturan.
Taat aturan merupakan sikap menjaga, mentaati dan melakukan aturan-aturan yang berlaku. Taat aturan dalam permainan voli, misalnya disiplin, tidak melakukan tindakan anarkis, tidak melakukan protes yang berlebiha. Maanfaat taat aturan membuat kita tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri kita sendiri maupun orang lain.

6. Sportif.
Dalam sportif terdapat beberapa komponen, yaitu :
a. Jujur.
Yaitu sikap berani mengatakan apa adanya. Misalnya saat kita melakukan smash dan menyentuh net, maka tidak melakukan protes kepada wasit karena memang kita menyentuh net.

b. Rendah hati.
Merupakan sikap tidak sombong terhadap hasil yang dicapai. Misalnya tim memenangkan pertandingan pertandingan, maka tidak mengejek tim yang kalah, menyalami dan tetap memberi motifasi kepada lawan semoga lain kali bisa menjadi yang lebih baik.

c. Tenggang rasa.
Merupakan sikap simpatik kepada orang lain. Misalnya menyalami rekan yang terjatuh saat menerima smash dari lawan.

d. Pemaaf.
Merupakan sikap tidak dendam terhadap orang lain. Misalnya terjadi body kontak saat melakukan smash maupun block, maka saling berjabat tangan dan saling memaafkan.

e. Lapang dada.
Lapang dada merupakan sikap berbesar hati saat dalam keadaan yang tidak menyenangkan bagi kita. Lapang dada dalam permainan bola voli, misalnya kalah dalam pertandingan, berfikirlah positif mungkin lawan lebih baik dari pada kita, tidak dimainkan oleh pelatih atau sebagai cadangan, berarti rekan satu tim kita lebih bagus mainnya.

7. Seni.
Seni merupakan gerakan permainan yang indah dilihat atau ditonton. Seni dalam permainan bola voli merupakan motifasi dan semangat yang timbul secara otomatis saat kita melakukan permainan dengan gerakan-gerakan kerjasama yang bagus. Seni dapat membuat orang yang melihat pertandingan jadi tertarik untuk belajar dan bagi pemain dapat menjadikan sebuah hiburan selain kebugaran dan kesehatan fisik.

8. Sopan.
Sopan merupakan sikap menghargai dan melakukan tindakan atau sikap yang tidak menyimpang dari aturan atau norma yang berlaku. Sopan sangat erat kaitannya dengan tata krama atau unggah-ungguh. Sopan dalam permainan bola voli, misalnya menghargai dan berkata serta tidak berprilaku sewenang-wenang kepada rekan, lawan, pelatih, wasit maupun panitia pertandingan. Sikap sopan dalam permainan bola voli dapat membuat orang lain menyayangi, menghargai dan menghormati kita, sehingga kita berkesan baik dimata orang lain.

III.2. Pengaruhnya Dalam Kehidupan Sehari-hari.

Komponen-komponen tata nilai yang telah disebutkan diatas sangat besar pengaruhnya bagi kehidupan sehari-hari, dari mulai tingkah laku, sikap, tutur kata dan kepribadian kita. Karena dalam permainan bola voli kita sudah terbiasa melakukan hal-hal seperti diatas maka secara otomatis akan kita bawa dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dalam aktifitas sehari-hari kita tidak merasa asing lagi dalam melakukan hal-hal seperti diatas.

Pengaruh komponen tata nilai permainan bola voli dalam kehidupan sehari-hari :
1. Membiasaakan kita bertutur kata, bersikap dan berprilaku sopan.
2. Membiasakan kita hidup disiplin waktu maupun aturan.
3. Membuat hidup kita selalu ceria dan tubuh tetap sehat dan bugar.
4. Membuat kita mempunyai banyak teman.
5. Membuat kita disenangi banyak orang.
6. Membuat hidup kita taat aturan.
7. Membuat kita terbiasa bekerjasama dengan orang lain.
8. Membuat kita selalu semangat dalam melakukan sesuatu hal.

IV. KESIMPULAN.

Olahraga merupakan sarana untuk menyehatkan badan, membuat badan selalu segar dan bugar, olahraga juga dapat membuat pertumbuhan fisik manusia menjadi optimal serta dapat juga membentuk karakter, sikap, tutur kata dan prilaku manusia menjadi lebih baik. Dalam olahraga voli memang yang terutama yang berinteraksi adalah fisik, tetapi komponen tata nilai yang terkandung didalamnya merupakan pendidikan tambah yang dapat membentuk kepribadian manusia.

Jadi selain manfaat interaksi fisik yang yang dapat mengoptimalkan pertumbuhan fisik manusia, dalam permainan voli juga memiliki komponen tata nilai yang dapat membentuk karakter manusia menjadi lebih baik, lebih bermartabat dan lebih sopan. Harapan saya semoga yang dipelajari dalampermainan bola voli bukan hanya interaksi fisiknya saja, tetapi juga pembentukan sikap dan karakter yang dapat meningkatkan harkat dan martabat diri sendiri pada khususnya serta bangsa dan negara pada umumnya.


V. SARAN.

Berdasarkan permasalahan, pembahasan dan kesimpulan, maka dapat ditemukan saran-saran yang diharapkan dapat menjadi solusi dan motifasi.
Saran-saran tersebut seperti :
1. Mengingat olahraga voli juga dapat memoptimalkan pertumbuhan fisik manusia, maka diharapkan bagi generasi penerus sebaiknya mempelajari permainan voli supaya pertumbuhan fisik dapat optimal.
2. Dalam dunia pendidikan dari tingkat sekolah dasar sampai pada sekolah menengah atas terdapat pembelajaran mengenai olahraga permainan voli, diharapkan dari mulai pengenalan permainan voli ini diterapkan juga komponen tata nilai yang terdapat didalamnya supaya sejak usia dini generasi penerus bangsa memiliki karakter, sifat dan sikap yang baik seperti yang terdapat dalam tata nilai permainan voli.
3. Permainan bola voli juga dapat menambah wawasan dan meningkatkan IQ manusia, sehingga dengan fisik yang memadai dan IQ yang ok maka dapat meningkatkan martabat.



DAFTAR PUSTAKA

Mukholid, Agus. 2009. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA Kelas X. Jakarta Timur : Yudhistira.
Peraturan Permainan Bola Voli. PBVSI. Jakarta.
Roji. 2008. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMP Kelas IX. Jakarta : Erlangga.
Tamat, Trisnowati dan Mirman, Moekarto. 2007. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Jakarta : Universitas Terbuka.
»»  READMORE...
»»  READMORE...