Halaman

Senin, 24 Desember 2012

Cantigi Dempo


disini ane tuliskan cerita ane,
ini ane perdana mendaki Dempo Mountain dan dari sini lahirnya "CANTIGI DEMPO"







sebenarnya masih ada beberapa teman kami dari pendiri "CANTIGI DEMPO" yang tidak bisa ikut mendaki bersama pada saat itu tertanggal 20-21 Juni 2012 karena mereka memiliki keperluan dan halangan tersendiri, bahkan dari beberapa yang ikut mendaki ini ada yang bukan atau tidak ane anggap sebagai anak "CANTIGI DEMPO" karena alasan tertentu,
yang jelas harapan ane dan kami semua KPA "CANTIGI DEMPO" akan panjang umur sesuai namanya "CANTIGI DEMPO" yang artinya pohon panjang umur atau lebih dikenal dengan pohon KPU yang berasal dari "DEMPO MOUNTAIN".

ane berbagi bukti kenangan dari beberapa foto yang kami abadikan saat kami mendaki pada hari rabu-kamis, tangggan 20-21 Juni 2012.

1. saat dipuncak merapi dempo tanggal 21 Juni 2012 pukul 07.15 AM.




Mari ane ajak berkenalan terlebih dahulu siapa kami yang ikut pendakian pada 21 Juni 2012 ini :

(berdiri dari kiri kekanan)

1. Azmi

2. Hudi Kufuan

3. Eki Dwi Putra Sugiarto

4. Masagus Muhammad Ihsan

5. Muhammad Khairi Amir

6. Muhammad Julkani

7. Nopan Thola'at

8. Marzuki Sugeng Riyadi



(duduk dari kiri kekanan)

9. Aprizal Fikri

10. Muhammad Ramadhani

11. Andreas Arga



2. saat akan turun setelah menginap 1 malam dilembah Dempo Mountain pukul 11.04 AM


3. "Salam Lestari" dari kami anak-anak "CANTIGI DEMPO".


Baca Terusannya »»   Sumber : http://kolombloggratis.blogspot.com/2011/03/cara-membuat-readmore-otomatis-di-blog.html#ixzz2FxHQZvoq
»»  

disini ane tuliskan cerita ane,
ini ane perdana mendaki Dempo Mountain dan dari sini lahirnya "CANTIGI DEMPO"







sebenarnya masih ada beberapa teman kami dari pendiri "CANTIGI DEMPO" yang tidak bisa ikut mendaki bersama pada saat itu tertanggal 20-21 Juni 2012 karena mereka memiliki keperluan dan halangan tersendiri, bahkan dari beberapa yang ikut mendaki ini ada yang bukan atau tidak ane anggap sebagai anak "CANTIGI DEMPO" karena alasan tertentu,
yang jelas harapan ane dan kami semua KPA "CANTIGI DEMPO" akan panjang umur sesuai namanya "CANTIGI DEMPO" yang artinya pohon panjang umur atau lebih dikenal dengan pohon KPU yang berasal dari "DEMPO MOUNTAIN".

ane berbagi bukti kenangan dari beberapa foto yang kami abadikan saat kami mendaki pada hari rabu-kamis, tangggan 20-21 Juni 2012.

1. saat dipuncak merapi dempo tanggal 21 Juni 2012 pukul 07.15 AM.




Mari ane ajak berkenalan terlebih dahulu siapa kami yang ikut pendakian pada 21 Juni 2012 ini :

(berdiri dari kiri kekanan)

1. Azmi

2. Hudi Kufuan

3. Eki Dwi Putra Sugiarto

4. Masagus Muhammad Ihsan

5. Muhammad Khairi Amir

6. Muhammad Julkani

7. Nopan Thola'at

8. Marzuki Sugeng Riyadi



(duduk dari kiri kekanan)

9. Aprizal Fikri

10. Muhammad Ramadhani

11. Andreas Arga



2. saat akan turun setelah menginap 1 malam dilembah Dempo Mountain pukul 11.04 AM


3. "Salam Lestari" dari kami anak-anak "CANTIGI DEMPO".


»»  READMORE...
»»  READMORE...

Sabtu, 22 Desember 2012

Hakikat Konsep Diri

Pendahuluan
Menurut Calhoun dan Acocella, diri adalah “a hypothetical contruct referring to the complex set of physical, behavioral, and psychological processes characteristic of the individual”. Jadi, diri ialah suatu susunan konsep hipotetis yang merujuk pada perangkat kompleks dari karakteristik proses fisik, perilaku, dan kejiwaan dari seseorang. Konsep merupakan gagasan, ide-ide ataupun pemahaman yang dapat membentuk gambaran terhadap mental seseorang secara keseluruhan.
Berdasarkan paragraph diatas, maka disimpulkan bahwa konsep diri adalah pemahaman mengenai diri mencakup komponan fisik,  tingkah laku dan kejiwaan seseorang secara menyeluruh. Proses pembentukan konsep diri seseorang dibentuk melalui faktor internal maupun eksternal dari fenomena yang dialaminya didalam kehidupan maupun melalui pengalaman yang didapat melalui informasi.
Beberapa aspek dari diri antara lain:
  1. Tentang fisik diri, tubuh dan semua aktivitas biologis yang berlangsung didalamnya.
  2. Diri sebagai proses :  suatu aliran akal pikiran, emosi, dan perilaku kita yang konstan. Misalnya apabila mendapat suatu masalah, kita memberikan respon secara emosional, membuat suatu rencana pemecahannya, kemudian melakukan tindakan.
  3. Diri social : akal pikiran dan perilaku yang kita ambil sebagai respons secara umum terhadap orang lain dan masyarakat.Dalam masyarakat, kita mengambil peran tertentu, seperti ayah, anak, dokter, pasien, buruh, majikan, dll dan kita mengidentifikasi diri dengan peran tersebut secara kuat.
  4. Konsep diri anda : apa yang terlintas dalam pikiran anda saat Anda berpikir tentang “saya” atau suatu pandangan pribadi yang dimiliki seseorang tentang dirinya masing-masing.
  5. Cita diri : apa yang Anda inginkan. Cita diri anda akan menentukan konsep diri anda dengan mengukur prestasi anda yang sebenarnya dibandingkan dengan cita-cita diri yang membentuk konsep diri anda.


HAKIKAT KONSEP DIRI
Diri ialah suatu susunan konsep hipotetis yang merujuk pada perangkat kompleks dari karakteristik proses fisik, perilaku, dan kejiwaan dari seseorang. Sedangkan konsep merupakan gagasan, ide-ide ataupun pemahaman yang dapat membentuk gambaran terhadap mental seseorang secara keseluruhan. Jadi, konsep diri adalah pemahaman mengenai diri mencakup komponan fisik,  sosial, emosional dan kejiwaan (psikologis) seseorang secara keseluruhan.
Proses pembentukan konsep diri seseorang dibentuk melalui faktor internal dan eksternal dari beberapa objek. Konsep diri terbentuk dari dua komponen yaitu :
  1. Komponen Kognitif. Yaitu pengetahuan individu tentang keadaan dirinya. Misalnya, saya anak bodoh, saya anak pintar. Jadi, komponen kognitif akan menjelaskan siapa saya yang akan memberi gambaran tentang diri saya. Gambaran diri (self-picture) tersebut akan membentuk citra diri.
  2. Komponen Afektif. Penilaian individu terhadap diri. Penilaian tersebut akan membentuk penerimaan terhadap diri (self-acceptable), serta penghargaan diri (self-esteem) individu.
Komponen kognitif merupakan data yang bersifat objektif, sedangkan komponen afektif merupakan data yang bersifat subjektif. Konsep diri sendiri, terdiri atas :
¢  Citra Diri (self-image). Misalnya, saya seorang pelajar, saya seorang kakak, saya seorang petinju, saya seorang pesilat, tinggi badan saya 170 cm, dsb.
¢  Penghargaan diri (self-esteem) à suatu penilaian, perkiraan, mengenai kepantasan diri (self worth). Misalnya, saya peramah, saya sangat pandai, dsb.
Menurut Matt Jarvis (2005) dalam buku Dr. Sukirno (2012:84), konsep diri terbentuk setelah individu :
1.      Memiliki citra diri yang positif dan konstruktif
2.      Memiliki pandangan menyeluruh tentang dirinya (memahami atas kelebihan dan kekurangannya)
3.      Memiliki ketahanan menghadapi kemungkinan tentang hambatan dan kegagalan
4.      Memiliki rencana hidup yang mantap
William Brooks menyebutkan 4 faktor yang mempengaruhi perkembangan konsep diri :
  1. Self Appraisal-Viewing Self an Object. Suatu pandangan yang menjadikan diri sendiri sebagai objek dalam komunikasi, atau dengan kata lain, adalah kesan kita terhadap diri kita sendiri.
  2. Reaction and Response of others. Konsep diri dipengaruhi oleh reaksi dan respon orang lain terhadap diri kita.
  3. Roles You Play-Role Taking. Peran merupakan seperangkat patokan, yang membatasi perilaku yang mesti dilakukan oleh individu yang menduduki suatu posisi.
  4. Refences Group. Sikap yang menunjukkan rasa tidak senang atau tidak setuju terhadap kehadiran seseorang, biasanya dijadikan sebagai bahan komunikasi dalam penilaian kelompok terhadap prilaku seseorang. Semakin banyak kelompok rujukan yang menganggap diri kita positif, semakin positif konsep diri kita.

Konsep ide atau proses yang memungkinkan seseorang untuk dapat menyerap dan menyaring informasi yang dianggap penting. Seseorang yang banyak menggagaskan ide-ide akan menjadikan dirinya menjadi individu yang kreatif yang akan menghasilkan rumusan-rumusan atau cara-cara baru dalam menghasilkan suatu produk baru. Gagasan atau ide-ide baru yang menjadikan rumusan, cara ataupun penemuan baru akan dapat meningkatkan kualitas dan atau kuantitas, misalnya seorang pelatih yang menemukan metode baru dalam latihan guna meningkatkan hasil latihan untuk mencapai prestasi tinggi.
Menurut Semiawan dkk (2004), kreatifitas adalah suatu kondisi, sikap atau keadaan yang sangat khusus sifatnya dan hamper tidak mungkin dirumuskan secara tuntas (dalam buku Dr. Sukirno, 2012:85). Dalam pembentukan terjadinya kreatifitas terhadap diri seseorang, maka seluruh sistem otak manusia akan terlibat secara maksimal. Kreatifitas seseorang sangat dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan seseorang, semakin tinggi tingkat pendidikan (kecerdasan) seseorang, maka akan semakin tinggi pula tingkat kreatifitas orang tersebut.

Komponen yang mempengaruhi terjadinya kreatifitas seseorang adalah sebagai berikut:
1.      Kondisi kesadaran yang diperoleh dari ketidak sadaran (intuisi).
2.      Kondisi berfikir rasional seseorang yang terukurkan (berfikir).
3.      Kondisi cipta talen produk baru yang diperoleh dari orang lain, tuntutan keterampilan seseorang yang tinggi (pengindraan).
4.      Kondisi perasaan seseorang, dampak emosi yang menuntut kesadaran diri serta aktualitas diri (perasaan).

Sebagai makhluk yang paling mulia dimuka bumi ini dan diberikan akal fikiran, manusia harus menyadari dirinya yang terlibat secara aktif terhadap pengenalan diri sendiri. Manusia memiliki sifat dinamis yang dapat berubah sesuai dengan kondisi situasi, pengalaman dan konsep diri yang dimilikinya. Konsep diri adalah gambaran yang dimiliki individu tentang diri sendiri. Konsep diri merupakan gabungan keyakinan yang dimiliki tentang diri sendiri, konsep diri mencakup komponen fisik, psikologis, sosial dan emosional termasuk apresiasi dan prestasi yang telah dicapai.
Konsep diri merupakan persepsi dan gambaran tentang dirinya yang berkaitan dengan nilai, kemampuan dan keterbatasannya. Dengan demikian, konsep diri dapat dikatakan sebagai gambaran keseluruhan mental termasuk semua pikiran dan perasaan yang dimiliki seseorang. Konsep diri dapat dikatakan sebagai kesadaran akan identitas diri sendiri yang ada dalam pandangan diri sendiri. Sehingga konsep diri merupakan totalitas  dari semua apa yang  dapat dikatakan seseorang tentang dirinya. Seseorang yang memiliki konsep diri, maka ia akan dapat melakukan intropeksi diri atau mawas diri sehingga orang tersebut akan memiliki atau mengetahui batas-batas tentang nilai, norma, keunggulan dan kelemahannya.
Konsep diri dapat diarahkan untuk menimbulkan keyakinan pada diri sendiri (percaya diri). Kepercayaan diri menggambarkan kualitas kepribadian seseorang yang bersumber pada konsep diri. Dengan memiliki konsep diri dengan baik, maka seseorang dapat memantapkan kesiapan dalam menghadapi tantangan dan hambatan hidup akan kemungkinan menghadapi kesuksesan maupun kegagalan. Untuk meningkatkan kepercayaan diri seseorang perlu dilakukan pembenahan terhadap diri sendiri baik dari segi internal maupun eksternal. Dari segi internal berupa sifat, pemikiran, motif, perasaan untuk membentuk persepsi, sikap dan citra diri. Sedangkan dari segi eksternal dapat dilakukan melalui pendidikan, pengalaman, pengetahuan dan lingkungan sekitar termasuk hambatan yang dialami.
Citra diri terbentuk melalui faktor internal dan eksternal, faktor internal berkaitan dengan kepribadian seperti sikap, nilai, moral maupun intelektual. Sedangkan faktor eksternal didapat dari kematangan, pengalaman dan hasil belajar atau pendidikan. Persepsi diri merupakan hal yang sangat penting, karena akan dapat mempolakan sikap dan tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pembinaan secara terarah dan kontinu (terus-menerus), maka konsep diri dapat dikembangkan menuju pada sikap positif, berkaitan dengan motivasi untuk berprestasi, kepercayaan diri, rasa harga diri dan selalu berfikri optimis untuk mendapatkan suatu keberhasilan dalam menggapai tujuan. Setiap individu memiliki konsep diri yang berbeda, sesuai dengan pola pikir individu mengenai dirinya sendiri mengenai kesadaran diri akan kelebihan dan kekurangannya. Jadi yang dimaksud konsep diri adalah seseorang yang mampu memandang dirinya dari segi kekurangan dan kelebihannya serta mampu menerima dan menghargai kekurangan dan kelebihan orang lain.
Pembentukan konsep diri dapat juga dilakukan melalui latihan mental untuk meningkatkan kesiapan dan kematangan dalam menghadapi situasi apapun. Konsep diri dan kepercayaan diri berpengaruh terhadap performa seseorang dalam menghadapi situasi dan kondisi tertentu, seperti saat melakukan pertandingan ataupun perlombaan. Semakin matang konsep diri dan kepercayaan diri seseorang maka akan semakin tinggi pula kesetabilan emosinya, hal tersebut dapat terlihat dari performa berupa sikap dan tingkah laku yang ditampilkan seseorang.
Percaya diri merupakan komponen penting dalam diri seseorang, tetapi kepercayaan diri yang berlebihan atau over cofidence tidak baik. Seseorang yang memiliki over cofidence biasanya congkak dan bertindak semaunya. Seseorang yang memiliki over cofidence akan sombong, menganggap enteng lawan, sehingga atlit yang memiliki tabiat over cofidence dapat mengarah pada hal negatif yang akan dapat merugikan diri sendiri. Saat mengalami kegagalan, sering terjadi frustasi dan pada akhirnya atlet tersebut akan berhenti ditengah jalan sebelum memperoleh prestasi tertinggi.


Konsep diri merupakan komponen kejiwaan yang dibentuk melalui faktor internal dan eksternal. Faktor internal berkaitan dengan dengan sikap dan kepribadian, sedangkan faktor eksternal berkaitan dengan lingkungan, pengalaman dan pendidikan yang diperoleh. Semakin tinggi kepribadian dan pendidikan serta pengalaman seseorang, maka konsep dirinya juga akan semakin tinggi pula.
Baca Terusannya »»   Sumber : http://kolombloggratis.blogspot.com/2011/03/cara-membuat-readmore-otomatis-di-blog.html#ixzz2FxHQZvoq
»»  
Pendahuluan
Menurut Calhoun dan Acocella, diri adalah “a hypothetical contruct referring to the complex set of physical, behavioral, and psychological processes characteristic of the individual”. Jadi, diri ialah suatu susunan konsep hipotetis yang merujuk pada perangkat kompleks dari karakteristik proses fisik, perilaku, dan kejiwaan dari seseorang. Konsep merupakan gagasan, ide-ide ataupun pemahaman yang dapat membentuk gambaran terhadap mental seseorang secara keseluruhan.
Berdasarkan paragraph diatas, maka disimpulkan bahwa konsep diri adalah pemahaman mengenai diri mencakup komponan fisik,  tingkah laku dan kejiwaan seseorang secara menyeluruh. Proses pembentukan konsep diri seseorang dibentuk melalui faktor internal maupun eksternal dari fenomena yang dialaminya didalam kehidupan maupun melalui pengalaman yang didapat melalui informasi.
Beberapa aspek dari diri antara lain:
  1. Tentang fisik diri, tubuh dan semua aktivitas biologis yang berlangsung didalamnya.
  2. Diri sebagai proses :  suatu aliran akal pikiran, emosi, dan perilaku kita yang konstan. Misalnya apabila mendapat suatu masalah, kita memberikan respon secara emosional, membuat suatu rencana pemecahannya, kemudian melakukan tindakan.
  3. Diri social : akal pikiran dan perilaku yang kita ambil sebagai respons secara umum terhadap orang lain dan masyarakat.Dalam masyarakat, kita mengambil peran tertentu, seperti ayah, anak, dokter, pasien, buruh, majikan, dll dan kita mengidentifikasi diri dengan peran tersebut secara kuat.
  4. Konsep diri anda : apa yang terlintas dalam pikiran anda saat Anda berpikir tentang “saya” atau suatu pandangan pribadi yang dimiliki seseorang tentang dirinya masing-masing.
  5. Cita diri : apa yang Anda inginkan. Cita diri anda akan menentukan konsep diri anda dengan mengukur prestasi anda yang sebenarnya dibandingkan dengan cita-cita diri yang membentuk konsep diri anda.


HAKIKAT KONSEP DIRI
Diri ialah suatu susunan konsep hipotetis yang merujuk pada perangkat kompleks dari karakteristik proses fisik, perilaku, dan kejiwaan dari seseorang. Sedangkan konsep merupakan gagasan, ide-ide ataupun pemahaman yang dapat membentuk gambaran terhadap mental seseorang secara keseluruhan. Jadi, konsep diri adalah pemahaman mengenai diri mencakup komponan fisik,  sosial, emosional dan kejiwaan (psikologis) seseorang secara keseluruhan.
Proses pembentukan konsep diri seseorang dibentuk melalui faktor internal dan eksternal dari beberapa objek. Konsep diri terbentuk dari dua komponen yaitu :
  1. Komponen Kognitif. Yaitu pengetahuan individu tentang keadaan dirinya. Misalnya, saya anak bodoh, saya anak pintar. Jadi, komponen kognitif akan menjelaskan siapa saya yang akan memberi gambaran tentang diri saya. Gambaran diri (self-picture) tersebut akan membentuk citra diri.
  2. Komponen Afektif. Penilaian individu terhadap diri. Penilaian tersebut akan membentuk penerimaan terhadap diri (self-acceptable), serta penghargaan diri (self-esteem) individu.
Komponen kognitif merupakan data yang bersifat objektif, sedangkan komponen afektif merupakan data yang bersifat subjektif. Konsep diri sendiri, terdiri atas :
¢  Citra Diri (self-image). Misalnya, saya seorang pelajar, saya seorang kakak, saya seorang petinju, saya seorang pesilat, tinggi badan saya 170 cm, dsb.
¢  Penghargaan diri (self-esteem) à suatu penilaian, perkiraan, mengenai kepantasan diri (self worth). Misalnya, saya peramah, saya sangat pandai, dsb.
Menurut Matt Jarvis (2005) dalam buku Dr. Sukirno (2012:84), konsep diri terbentuk setelah individu :
1.      Memiliki citra diri yang positif dan konstruktif
2.      Memiliki pandangan menyeluruh tentang dirinya (memahami atas kelebihan dan kekurangannya)
3.      Memiliki ketahanan menghadapi kemungkinan tentang hambatan dan kegagalan
4.      Memiliki rencana hidup yang mantap
William Brooks menyebutkan 4 faktor yang mempengaruhi perkembangan konsep diri :
  1. Self Appraisal-Viewing Self an Object. Suatu pandangan yang menjadikan diri sendiri sebagai objek dalam komunikasi, atau dengan kata lain, adalah kesan kita terhadap diri kita sendiri.
  2. Reaction and Response of others. Konsep diri dipengaruhi oleh reaksi dan respon orang lain terhadap diri kita.
  3. Roles You Play-Role Taking. Peran merupakan seperangkat patokan, yang membatasi perilaku yang mesti dilakukan oleh individu yang menduduki suatu posisi.
  4. Refences Group. Sikap yang menunjukkan rasa tidak senang atau tidak setuju terhadap kehadiran seseorang, biasanya dijadikan sebagai bahan komunikasi dalam penilaian kelompok terhadap prilaku seseorang. Semakin banyak kelompok rujukan yang menganggap diri kita positif, semakin positif konsep diri kita.

Konsep ide atau proses yang memungkinkan seseorang untuk dapat menyerap dan menyaring informasi yang dianggap penting. Seseorang yang banyak menggagaskan ide-ide akan menjadikan dirinya menjadi individu yang kreatif yang akan menghasilkan rumusan-rumusan atau cara-cara baru dalam menghasilkan suatu produk baru. Gagasan atau ide-ide baru yang menjadikan rumusan, cara ataupun penemuan baru akan dapat meningkatkan kualitas dan atau kuantitas, misalnya seorang pelatih yang menemukan metode baru dalam latihan guna meningkatkan hasil latihan untuk mencapai prestasi tinggi.
Menurut Semiawan dkk (2004), kreatifitas adalah suatu kondisi, sikap atau keadaan yang sangat khusus sifatnya dan hamper tidak mungkin dirumuskan secara tuntas (dalam buku Dr. Sukirno, 2012:85). Dalam pembentukan terjadinya kreatifitas terhadap diri seseorang, maka seluruh sistem otak manusia akan terlibat secara maksimal. Kreatifitas seseorang sangat dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan seseorang, semakin tinggi tingkat pendidikan (kecerdasan) seseorang, maka akan semakin tinggi pula tingkat kreatifitas orang tersebut.

Komponen yang mempengaruhi terjadinya kreatifitas seseorang adalah sebagai berikut:
1.      Kondisi kesadaran yang diperoleh dari ketidak sadaran (intuisi).
2.      Kondisi berfikir rasional seseorang yang terukurkan (berfikir).
3.      Kondisi cipta talen produk baru yang diperoleh dari orang lain, tuntutan keterampilan seseorang yang tinggi (pengindraan).
4.      Kondisi perasaan seseorang, dampak emosi yang menuntut kesadaran diri serta aktualitas diri (perasaan).

Sebagai makhluk yang paling mulia dimuka bumi ini dan diberikan akal fikiran, manusia harus menyadari dirinya yang terlibat secara aktif terhadap pengenalan diri sendiri. Manusia memiliki sifat dinamis yang dapat berubah sesuai dengan kondisi situasi, pengalaman dan konsep diri yang dimilikinya. Konsep diri adalah gambaran yang dimiliki individu tentang diri sendiri. Konsep diri merupakan gabungan keyakinan yang dimiliki tentang diri sendiri, konsep diri mencakup komponen fisik, psikologis, sosial dan emosional termasuk apresiasi dan prestasi yang telah dicapai.
Konsep diri merupakan persepsi dan gambaran tentang dirinya yang berkaitan dengan nilai, kemampuan dan keterbatasannya. Dengan demikian, konsep diri dapat dikatakan sebagai gambaran keseluruhan mental termasuk semua pikiran dan perasaan yang dimiliki seseorang. Konsep diri dapat dikatakan sebagai kesadaran akan identitas diri sendiri yang ada dalam pandangan diri sendiri. Sehingga konsep diri merupakan totalitas  dari semua apa yang  dapat dikatakan seseorang tentang dirinya. Seseorang yang memiliki konsep diri, maka ia akan dapat melakukan intropeksi diri atau mawas diri sehingga orang tersebut akan memiliki atau mengetahui batas-batas tentang nilai, norma, keunggulan dan kelemahannya.
Konsep diri dapat diarahkan untuk menimbulkan keyakinan pada diri sendiri (percaya diri). Kepercayaan diri menggambarkan kualitas kepribadian seseorang yang bersumber pada konsep diri. Dengan memiliki konsep diri dengan baik, maka seseorang dapat memantapkan kesiapan dalam menghadapi tantangan dan hambatan hidup akan kemungkinan menghadapi kesuksesan maupun kegagalan. Untuk meningkatkan kepercayaan diri seseorang perlu dilakukan pembenahan terhadap diri sendiri baik dari segi internal maupun eksternal. Dari segi internal berupa sifat, pemikiran, motif, perasaan untuk membentuk persepsi, sikap dan citra diri. Sedangkan dari segi eksternal dapat dilakukan melalui pendidikan, pengalaman, pengetahuan dan lingkungan sekitar termasuk hambatan yang dialami.
Citra diri terbentuk melalui faktor internal dan eksternal, faktor internal berkaitan dengan kepribadian seperti sikap, nilai, moral maupun intelektual. Sedangkan faktor eksternal didapat dari kematangan, pengalaman dan hasil belajar atau pendidikan. Persepsi diri merupakan hal yang sangat penting, karena akan dapat mempolakan sikap dan tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pembinaan secara terarah dan kontinu (terus-menerus), maka konsep diri dapat dikembangkan menuju pada sikap positif, berkaitan dengan motivasi untuk berprestasi, kepercayaan diri, rasa harga diri dan selalu berfikri optimis untuk mendapatkan suatu keberhasilan dalam menggapai tujuan. Setiap individu memiliki konsep diri yang berbeda, sesuai dengan pola pikir individu mengenai dirinya sendiri mengenai kesadaran diri akan kelebihan dan kekurangannya. Jadi yang dimaksud konsep diri adalah seseorang yang mampu memandang dirinya dari segi kekurangan dan kelebihannya serta mampu menerima dan menghargai kekurangan dan kelebihan orang lain.
Pembentukan konsep diri dapat juga dilakukan melalui latihan mental untuk meningkatkan kesiapan dan kematangan dalam menghadapi situasi apapun. Konsep diri dan kepercayaan diri berpengaruh terhadap performa seseorang dalam menghadapi situasi dan kondisi tertentu, seperti saat melakukan pertandingan ataupun perlombaan. Semakin matang konsep diri dan kepercayaan diri seseorang maka akan semakin tinggi pula kesetabilan emosinya, hal tersebut dapat terlihat dari performa berupa sikap dan tingkah laku yang ditampilkan seseorang.
Percaya diri merupakan komponen penting dalam diri seseorang, tetapi kepercayaan diri yang berlebihan atau over cofidence tidak baik. Seseorang yang memiliki over cofidence biasanya congkak dan bertindak semaunya. Seseorang yang memiliki over cofidence akan sombong, menganggap enteng lawan, sehingga atlit yang memiliki tabiat over cofidence dapat mengarah pada hal negatif yang akan dapat merugikan diri sendiri. Saat mengalami kegagalan, sering terjadi frustasi dan pada akhirnya atlet tersebut akan berhenti ditengah jalan sebelum memperoleh prestasi tertinggi.


Konsep diri merupakan komponen kejiwaan yang dibentuk melalui faktor internal dan eksternal. Faktor internal berkaitan dengan dengan sikap dan kepribadian, sedangkan faktor eksternal berkaitan dengan lingkungan, pengalaman dan pendidikan yang diperoleh. Semakin tinggi kepribadian dan pendidikan serta pengalaman seseorang, maka konsep dirinya juga akan semakin tinggi pula.
»»  READMORE...
»»  READMORE...

Kamis, 15 Desember 2011

Goresan tinta

Angin dan Pinisi


Sejuk lembut angin berhembus
terbangkan butir-butir perasaan
melayang pelan dan perlahan
hinggap dan melekat didinding jiwa

saat angin menghantam samudra
terbentuk gelombang menuju pantai
disana aku termenung
menanti kelanjutan hari

ditengah laut
sang pinisi mulai menepi
membawa sebongkah hati
yang telah lama aku dinanti
karna dia lah aku tegak berdiri

Angin,,,,
bertiuplah engkau selalu
agar pinisi cepat menepi
karena tanpa hembusanmu
kokohnya layar tiada arti


by: Marzuki Sugeng Riyadi


Baca Terusannya »»   Sumber : http://kolombloggratis.blogspot.com/2011/03/cara-membuat-readmore-otomatis-di-blog.html#ixzz2FxHQZvoq
»»  
»»  READMORE...
»»  READMORE...

Sabtu, 03 Desember 2011

Drawing EURO 2012

Grup A
1. Polandia
2. Greece
3. Rusia
4. Republic Cheko

Grup B
1. Netherland
2. Denmark
3. Germany
4. Portugal

Grup C
1. Spain
2. Italia
3. Republic Irlandia
4. Croatia

Grup D
1. Ukraina
2. Swedia
3. France
4. England

Grup neraka terjadi pada grup B dimana juara bertahan Netherland, Germany, Portugal dan Denmark berada didalam grup tersebut,
lalu siapakah the "winner of EURO 2012" ?????
Baca Terusannya »»   Sumber : http://kolombloggratis.blogspot.com/2011/03/cara-membuat-readmore-otomatis-di-blog.html#ixzz2FxHQZvoq
»»  Grup A
1. Polandia
2. Greece
3. Rusia
4. Republic Cheko

Grup B
1. Netherland
2. Denmark
3. Germany
4. Portugal

Grup C
1. Spain
2. Italia
3. Republic Irlandia
4. Croatia

Grup D
1. Ukraina
2. Swedia
3. France
4. England

Grup neraka terjadi pada grup B dimana juara bertahan Netherland, Germany, Portugal dan Denmark berada didalam grup tersebut,
lalu siapakah the "winner of EURO 2012" ?????
»»  READMORE...
»»  READMORE...

Senin, 28 November 2011

Makalah Bahasa Indonesia "Surat"

Kata Pengantar

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan yang maha esa karena berkat rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang surat-menyurat.
Kami juga mengucapkan banyak terima kasih banyak kepada :
1. Ibu Dra. Hj. Zahra A, M.Pd yang telah membimbing kami selama pembuatan makalah ini.
2. Kedua orang tua yang selalu memberi nasehat, motifasi dan suport baik moril maupun materil.
3. Teman-teman yang turut membantu kami dalam pembuatan makalah ini hingga selesai.
Harapan kami, semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk bahan pembelajaran dikemudian hari.
Akhirnya, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apa bila dalam makalah ini terdapat kekurangan, karena itu kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca guna menyempurnakan makalah ini.

Palembang, Oktober 2010
Marzuki Sugeng Riyadi

Pendahuluan

Surat yaitu pernyataan tertulis yang dibuat dengan tujuan untuk menyampaikan informasi kepada pihak lain dan merupakan alat komunikasi tertulis yang menyangkut kepentingan tugas dan kegiatan instansi. Surat-menyurat yaitu kegiatan penanganan surat masuk dan keluar yang meliputi penerimaan, penggolongan, pengarahan, pencatatan, pendistribusian dan pengiriman surat keluar. Mengingat pentingnya surat-menyurat sebagai kegiatan pendukung dalam berbagai kegiatan, maka kami mencoba untuk menjabarkan tentang surat-menyurat.

Makalah ini disusun dengan maksud sebagai kebijakan dasar dan acuan dalam pelaksanaan kegiatan surat-menyurat, sebagai landasan guna menyusun petunjuk teknis surat-menyurat, untuk menunjang tertib administrasi surat-menyurat, dengan tujuan agar pembaca dapat mengetahui dan menggunakan surat sesuai dengan ketentuan dengan sebaik-baiknya.

SURAT
Surat adalah informasi tertulis yang dapat dipergunakan sebagai alat komunikasi tertulis yang dibuat dengan persyaratan tertentu (Aneka Surat Sekretaris dan Bisnis Indonesia, 2009 :4). Rumusan lain tentang surat dapat dikemukakan bahwa, surat adalah sehelai kertas bertulis atau lebih yang memuat suatu bahan komunikasi berupa pemberitahuan, permohonan, undangan dan lain-lain yang disampaikan seseorang kepada orang atau pihak lain, baik atas nama pribadi maupun atas karena kedudukannya dalam suatu organisasi, instansi atau perusahaan.
Dalam praktik surat-menyurat senantiasa ada informasi atau pesan yang disampaikan, ada pihak pengirim dan penarima informasi atau pesan, ada media yaitu tulisan, kertas bertulis, pengirim, penerima dan feedback. Surat-menyurat akan terjadi bila minimal ada dua pihak yang saling berkepentingan. Keunggulan dari komunikasi tertulis :
1. Mempunyai bukti tertulis yang autentik.
2. Disajikan dengan lebih matang, bersih dan rapi.
3. Dasar hukumnya kuat.
4. Sulit dimanipulasi.
Sedangkan kelemahannya :
1. Kejadiannya lambat dan tidak secara langsung.
2. Selalu memakai sarana atau alat bantu.
3. Kesalahan tidak langsung dapat dikoreksi.
4. Tidak dapat dibantu dengan gerakan atau mimik muka.
Fungsi surat dalam kehidupan bermasyarakat antara lain :
1. Surat sebagai alat komunikasi tertulis.
2. Surat sebagai alat bukti otentik.
3. Surat sebagai alat pengingat.
4. Surat sebagai pedoman untuk bertindak.
5. Surat sebagai keterangan keamanan.
6. Surat sebagai dokumentasi historis dari suatu kegiatan.
7. Surat sebagai duta/wakil organisasi.
Surat juga memegang peranan sebagai barometer kemajuan lembaga. Artinya, surat yang bagus isi dan penampilannya akan memancarkan citra yang baik bagi lembaga yang mengeluarkannya. Akan tetapi, kenyataan dilapangan masih banyak kesalahan yang terjadi dalam penulisan surat. Kesalahan tersebut dapat diminimalisasi dan dihindari, yaitu dengan mengetahui ciri surat. Adapun ciri surat :
1. Menggunakan kertas surat yang tepat dari segi ukuran, jenis dan warna sesuai dengan surat yang akan ditulis.
2. Menggunakan bentuk surat yang setandar.
3. Menggunakan bahasa Indonesia yang baku.
4. Menggunakan gaya bahasa yang lugas.
5. Menggunakan bahasa yang jelas.
6. Menggunakan bahasa yang sopan dan hormat.
7. Menyajikan fakta yang benar dan lengkap.
8. Tidak menggunakan singkatan, kecuali yang lazim dipakai dalam surat-menyurat.
9. Tidak menggunakan kata-kata yang sulit atau istilah yang belum memasyarakat.
Selain itu, agar dapat menjadi penulis surat yang baik, para koresponden harus memenuhi sejumlah persyaratan lagi, yaitu :
1. Mengetahui prosedur surat menyurat secara umum.
2. Menguasai pemakaian bahasa tulis dengan baik.
3. Mengetahui seluk-beluk permasalahan yang akan ditulis.
4. Mengetahui posisi hubungan antara pengirim dan penerima surat.


Penggolongan Surat.
Surat sangat beraneka ragam, dibedakan menurut wujud, jenis, nama dan sifatnya.
1. Penggolongan Surat Menurut Wujudnya.
a. Surat Bersampul.
Surat bersampul adalah surat yang terdiri atas kertas surat beserta sampul/amplopnya.
b. Kartu Pos.
Kartu pos adalah surat berbentuk kartu dengan ukuran 10 cm x 15 cm.
c. Warkat Pos.
Warkat pos adalah surat yang wujudnya berupa gabungan sampul dan surat.
d. Telegram dan Telex.
Telegram adalah tanda/berita yang tercetak dari jarak jauh. Telex berasal dari kata telegrafer exchange yang berarti pertukaran berita.
e. Memo dan Nota.
Memo dan nota adalah surat yang dipakai untuk keperluan intern suatu organisasi.
f. Surat Tanda Bukti.
Surat tanda bukti adalah surat khusus yang umumnya berbentuk formulir yang dipakai sebagai tanda bukti suatu kegiatan antara dua belah pihak atau untuk membuktikan keabsahan sesuatu hal.

2. Penggolongan Surat Menurut Pemakaiannya.
a. Surat pribadi.
Surat pribadi adalah surat dari perseorangan kepada orang lain atau kepada organisasi.
Surat pribadi dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
1. Surat pribadi yang isinya bersifat pribadi, yaitu surat yang dikirim kepada teman atau kepada kerabat/keluarga.
2. Surat pribadi yang isinya bersifat resmi, yaitu surat yang dikirim kepada pejabat suatu instansi atau kepada organisasi.

b. Surat Pemerintah.
Surat pemerintah adalah surat resmi yang terutama dipergunakan oleh instansimpemerintah.
c. Surat Bisnis.
Surat bisnis adalah surat yang terutama dipakai oleh perusahaan untuk urusan perdagangan atau jual beli.
d. Surat Sosial.
Surat sosial adalah surat yang dipakai oleh organisasi kemasyarakatan.

3. Penggolongan Surat Menurut Banyaknya Sasaran Yang Dituju.
Penggolongan surat berdasarkan sasaran dibagi menjadi :
a. Surat biasa, yaitu surat yang ditujukan kepada satu atau beberapa orang/organisasi.
b. Surat edaran dan surat pengumuman, yaitu surat yang ditujukan kepada orang atau organisasi yang jumlahnya banyak.

4. Penggolongan Surat Menurut Isi dan Maksudnya.
Setiap surat pasti memiliki maksud yang akan disampaikan kepada pihak yang dituju. Contohnya surat permohonan, surat penuntutan, surat pesanan dan surat keterangan.

5. Penggolongan Surat Menurut Sifatnya.
a. Surat Biasa.
Surat biasa asalah surat yang isinya bersifat biasa, maksudnya tidak boleh diketahui oleh orang lain.
b. Surat Konfederasial.
Surat konfederasial adalah surat untuk kalangan terbatas.
c. Surat Rahasia.
Surar rahasia adalah surat yang hanya boleh dibuka dan hanya boleh diketahui isinya oleh orang yang dituju.

6. Penggolongan Surat Menurut Urgensi Penyelesaiannya.
a. Surat Biasa.
Surat biasa adalah surat yang diperlakukan secara biasa.
b. Surat Segera/Ekspres.
Surat segera/ekspres adalah surat yang memerlukan penyelesaian dengan segera, tetapi tidak se-urgent surat kilat.
c. Surat Kilat.
Surat kilat adalah surat yang memerlukan penyelesaian sangat segera.

Bentuk Surat.
Yang dimaksud dengan bentuk surat adalah pola atau patron surat yang ditentukan oleh atak (layout) bagian-bagian surat. Seluruh surat berperihal harus ditulis dengan menggunakan 3 (tiga) bentuk utama, yaitu :
1. Bentuk resmi Indonesia (official style).
2. Bentuk lurus (block style).
3. Bentuk bertakuk (indent style).
Ketiga bentuk utama diatas masing-masing mempunyai variasi bentuk, yaitu :
1. Bentuk resmi Indonesia.
2. Bentuk lurus penuh.
3. Bentuk lurus.
4. Bentuk setengah lurus.
5. Bentuk lekuk.
6. Bentuk alenia menggantung.



1. Bentuk resmi Indonesia.


keterangan:
1. Kepala surat. Nomor.
2. Tanggal bulan dan tahun.
3. Nama dan alamat yang dituju.
4. Salam pembuka. Tubuh surat
5. Salam penutup.
6. Jabatan pengirim surat.
7. Nama pengirim.
8. Tembusan.

2. Bentuk lurus penuh.


Ket :

1. Kepala surat.
2. Nomor surat.
3. Tanggal.
4. Alamat tujuan.
5. Hal/perihal.
6. Salam pembuka
7. Isi surat.
8. Salam penutup.
9. Nama organisasi yang mengeluarkan surat.
10. Nama penandatangan.
11. Jabatan penandatangan.
12. Lampiran.
13. Tembusan.
14. Inisial pengonsep dan penulis.

3. Bentuk lurus.


Ket :
1. Kepala surat.
2. Nomor surat.
3. Tanggal.
4. Alamat tujuan.
5. Hal/perihal.
6. Salam pembuka
7. Isi surat.
8. Salam penutup.
9. Nama organisasi yang mengeluarkan surat.
10. Nama penandatangan.
11. Jabatan penandatangan.
12. Lampiran.
13. Tembusan.
14. Inisial pengonsep dan penulis.

4. Bentuk setengah lurus.


Ket :
1. Kepala surat.
2. Nomor surat.
3. Tanggal.
4. Alamat tujuan.
5. Hal/perihal.
6. Salam pembuka
7. Isi surat.
8. Salam penutup.
9. Nama organisasi yang mengeluarkan surat.
10. Nama penandatangan.
11. Jabatan penandatangan.
12. Lampiran.
13. Tembusan.
14. Inisial pengonsep dan penulis.

5. Bentuk lekuk.


Ket :

1. Kepala surat.
2. Nomor surat.
3. Tanggal.
4. Alamat tujuan.
5. Hal/perihal.
6. Salam pembuka.
7. Isi surat.
8. Salam penutup.
9. Nama organisasi yang mengeluarkan surat.
10. Nama penandatangan.
11. Jabatan penandatangan.
12. Lampiran.
13. Tembusan.
14. Inisial pengonsep dan pengetik.

6. Bentuk alenia menggantung.


Ket :

1. Kepala surat.
2. Nomor surat.
3. Tanggal
4. Alamat tujuan.
5. Hal/perihal.
6. Salam pembuka.
7. Isi surat.
8. Salam penutup.
9. Nama organisasi yang mengeluarkan surat.
10. Nama penandatangan.
11. Jabatan penandatangan.
12. Lampiran.
13. Tembusan.
14. Iinisial pengonsep dan pengetik.
Baca Terusannya »»   Sumber : http://kolombloggratis.blogspot.com/2011/03/cara-membuat-readmore-otomatis-di-blog.html#ixzz2FxHQZvoq
»»  
Kata Pengantar

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan yang maha esa karena berkat rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang surat-menyurat.
Kami juga mengucapkan banyak terima kasih banyak kepada :
1. Ibu Dra. Hj. Zahra A, M.Pd yang telah membimbing kami selama pembuatan makalah ini.
2. Kedua orang tua yang selalu memberi nasehat, motifasi dan suport baik moril maupun materil.
3. Teman-teman yang turut membantu kami dalam pembuatan makalah ini hingga selesai.
Harapan kami, semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk bahan pembelajaran dikemudian hari.
Akhirnya, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya apa bila dalam makalah ini terdapat kekurangan, karena itu kami mengharapkan kritik dan saran dari pembaca guna menyempurnakan makalah ini.

Palembang, Oktober 2010
Marzuki Sugeng Riyadi

Pendahuluan

Surat yaitu pernyataan tertulis yang dibuat dengan tujuan untuk menyampaikan informasi kepada pihak lain dan merupakan alat komunikasi tertulis yang menyangkut kepentingan tugas dan kegiatan instansi. Surat-menyurat yaitu kegiatan penanganan surat masuk dan keluar yang meliputi penerimaan, penggolongan, pengarahan, pencatatan, pendistribusian dan pengiriman surat keluar. Mengingat pentingnya surat-menyurat sebagai kegiatan pendukung dalam berbagai kegiatan, maka kami mencoba untuk menjabarkan tentang surat-menyurat.

Makalah ini disusun dengan maksud sebagai kebijakan dasar dan acuan dalam pelaksanaan kegiatan surat-menyurat, sebagai landasan guna menyusun petunjuk teknis surat-menyurat, untuk menunjang tertib administrasi surat-menyurat, dengan tujuan agar pembaca dapat mengetahui dan menggunakan surat sesuai dengan ketentuan dengan sebaik-baiknya.

SURAT
Surat adalah informasi tertulis yang dapat dipergunakan sebagai alat komunikasi tertulis yang dibuat dengan persyaratan tertentu (Aneka Surat Sekretaris dan Bisnis Indonesia, 2009 :4). Rumusan lain tentang surat dapat dikemukakan bahwa, surat adalah sehelai kertas bertulis atau lebih yang memuat suatu bahan komunikasi berupa pemberitahuan, permohonan, undangan dan lain-lain yang disampaikan seseorang kepada orang atau pihak lain, baik atas nama pribadi maupun atas karena kedudukannya dalam suatu organisasi, instansi atau perusahaan.
Dalam praktik surat-menyurat senantiasa ada informasi atau pesan yang disampaikan, ada pihak pengirim dan penarima informasi atau pesan, ada media yaitu tulisan, kertas bertulis, pengirim, penerima dan feedback. Surat-menyurat akan terjadi bila minimal ada dua pihak yang saling berkepentingan. Keunggulan dari komunikasi tertulis :
1. Mempunyai bukti tertulis yang autentik.
2. Disajikan dengan lebih matang, bersih dan rapi.
3. Dasar hukumnya kuat.
4. Sulit dimanipulasi.
Sedangkan kelemahannya :
1. Kejadiannya lambat dan tidak secara langsung.
2. Selalu memakai sarana atau alat bantu.
3. Kesalahan tidak langsung dapat dikoreksi.
4. Tidak dapat dibantu dengan gerakan atau mimik muka.
Fungsi surat dalam kehidupan bermasyarakat antara lain :
1. Surat sebagai alat komunikasi tertulis.
2. Surat sebagai alat bukti otentik.
3. Surat sebagai alat pengingat.
4. Surat sebagai pedoman untuk bertindak.
5. Surat sebagai keterangan keamanan.
6. Surat sebagai dokumentasi historis dari suatu kegiatan.
7. Surat sebagai duta/wakil organisasi.
Surat juga memegang peranan sebagai barometer kemajuan lembaga. Artinya, surat yang bagus isi dan penampilannya akan memancarkan citra yang baik bagi lembaga yang mengeluarkannya. Akan tetapi, kenyataan dilapangan masih banyak kesalahan yang terjadi dalam penulisan surat. Kesalahan tersebut dapat diminimalisasi dan dihindari, yaitu dengan mengetahui ciri surat. Adapun ciri surat :
1. Menggunakan kertas surat yang tepat dari segi ukuran, jenis dan warna sesuai dengan surat yang akan ditulis.
2. Menggunakan bentuk surat yang setandar.
3. Menggunakan bahasa Indonesia yang baku.
4. Menggunakan gaya bahasa yang lugas.
5. Menggunakan bahasa yang jelas.
6. Menggunakan bahasa yang sopan dan hormat.
7. Menyajikan fakta yang benar dan lengkap.
8. Tidak menggunakan singkatan, kecuali yang lazim dipakai dalam surat-menyurat.
9. Tidak menggunakan kata-kata yang sulit atau istilah yang belum memasyarakat.
Selain itu, agar dapat menjadi penulis surat yang baik, para koresponden harus memenuhi sejumlah persyaratan lagi, yaitu :
1. Mengetahui prosedur surat menyurat secara umum.
2. Menguasai pemakaian bahasa tulis dengan baik.
3. Mengetahui seluk-beluk permasalahan yang akan ditulis.
4. Mengetahui posisi hubungan antara pengirim dan penerima surat.


Penggolongan Surat.
Surat sangat beraneka ragam, dibedakan menurut wujud, jenis, nama dan sifatnya.
1. Penggolongan Surat Menurut Wujudnya.
a. Surat Bersampul.
Surat bersampul adalah surat yang terdiri atas kertas surat beserta sampul/amplopnya.
b. Kartu Pos.
Kartu pos adalah surat berbentuk kartu dengan ukuran 10 cm x 15 cm.
c. Warkat Pos.
Warkat pos adalah surat yang wujudnya berupa gabungan sampul dan surat.
d. Telegram dan Telex.
Telegram adalah tanda/berita yang tercetak dari jarak jauh. Telex berasal dari kata telegrafer exchange yang berarti pertukaran berita.
e. Memo dan Nota.
Memo dan nota adalah surat yang dipakai untuk keperluan intern suatu organisasi.
f. Surat Tanda Bukti.
Surat tanda bukti adalah surat khusus yang umumnya berbentuk formulir yang dipakai sebagai tanda bukti suatu kegiatan antara dua belah pihak atau untuk membuktikan keabsahan sesuatu hal.

2. Penggolongan Surat Menurut Pemakaiannya.
a. Surat pribadi.
Surat pribadi adalah surat dari perseorangan kepada orang lain atau kepada organisasi.
Surat pribadi dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
1. Surat pribadi yang isinya bersifat pribadi, yaitu surat yang dikirim kepada teman atau kepada kerabat/keluarga.
2. Surat pribadi yang isinya bersifat resmi, yaitu surat yang dikirim kepada pejabat suatu instansi atau kepada organisasi.

b. Surat Pemerintah.
Surat pemerintah adalah surat resmi yang terutama dipergunakan oleh instansimpemerintah.
c. Surat Bisnis.
Surat bisnis adalah surat yang terutama dipakai oleh perusahaan untuk urusan perdagangan atau jual beli.
d. Surat Sosial.
Surat sosial adalah surat yang dipakai oleh organisasi kemasyarakatan.

3. Penggolongan Surat Menurut Banyaknya Sasaran Yang Dituju.
Penggolongan surat berdasarkan sasaran dibagi menjadi :
a. Surat biasa, yaitu surat yang ditujukan kepada satu atau beberapa orang/organisasi.
b. Surat edaran dan surat pengumuman, yaitu surat yang ditujukan kepada orang atau organisasi yang jumlahnya banyak.

4. Penggolongan Surat Menurut Isi dan Maksudnya.
Setiap surat pasti memiliki maksud yang akan disampaikan kepada pihak yang dituju. Contohnya surat permohonan, surat penuntutan, surat pesanan dan surat keterangan.

5. Penggolongan Surat Menurut Sifatnya.
a. Surat Biasa.
Surat biasa asalah surat yang isinya bersifat biasa, maksudnya tidak boleh diketahui oleh orang lain.
b. Surat Konfederasial.
Surat konfederasial adalah surat untuk kalangan terbatas.
c. Surat Rahasia.
Surar rahasia adalah surat yang hanya boleh dibuka dan hanya boleh diketahui isinya oleh orang yang dituju.

6. Penggolongan Surat Menurut Urgensi Penyelesaiannya.
a. Surat Biasa.
Surat biasa adalah surat yang diperlakukan secara biasa.
b. Surat Segera/Ekspres.
Surat segera/ekspres adalah surat yang memerlukan penyelesaian dengan segera, tetapi tidak se-urgent surat kilat.
c. Surat Kilat.
Surat kilat adalah surat yang memerlukan penyelesaian sangat segera.

Bentuk Surat.
Yang dimaksud dengan bentuk surat adalah pola atau patron surat yang ditentukan oleh atak (layout) bagian-bagian surat. Seluruh surat berperihal harus ditulis dengan menggunakan 3 (tiga) bentuk utama, yaitu :
1. Bentuk resmi Indonesia (official style).
2. Bentuk lurus (block style).
3. Bentuk bertakuk (indent style).
Ketiga bentuk utama diatas masing-masing mempunyai variasi bentuk, yaitu :
1. Bentuk resmi Indonesia.
2. Bentuk lurus penuh.
3. Bentuk lurus.
4. Bentuk setengah lurus.
5. Bentuk lekuk.
6. Bentuk alenia menggantung.



1. Bentuk resmi Indonesia.


keterangan:
1. Kepala surat. Nomor.
2. Tanggal bulan dan tahun.
3. Nama dan alamat yang dituju.
4. Salam pembuka. Tubuh surat
5. Salam penutup.
6. Jabatan pengirim surat.
7. Nama pengirim.
8. Tembusan.

2. Bentuk lurus penuh.


Ket :

1. Kepala surat.
2. Nomor surat.
3. Tanggal.
4. Alamat tujuan.
5. Hal/perihal.
6. Salam pembuka
7. Isi surat.
8. Salam penutup.
9. Nama organisasi yang mengeluarkan surat.
10. Nama penandatangan.
11. Jabatan penandatangan.
12. Lampiran.
13. Tembusan.
14. Inisial pengonsep dan penulis.

3. Bentuk lurus.


Ket :
1. Kepala surat.
2. Nomor surat.
3. Tanggal.
4. Alamat tujuan.
5. Hal/perihal.
6. Salam pembuka
7. Isi surat.
8. Salam penutup.
9. Nama organisasi yang mengeluarkan surat.
10. Nama penandatangan.
11. Jabatan penandatangan.
12. Lampiran.
13. Tembusan.
14. Inisial pengonsep dan penulis.

4. Bentuk setengah lurus.


Ket :
1. Kepala surat.
2. Nomor surat.
3. Tanggal.
4. Alamat tujuan.
5. Hal/perihal.
6. Salam pembuka
7. Isi surat.
8. Salam penutup.
9. Nama organisasi yang mengeluarkan surat.
10. Nama penandatangan.
11. Jabatan penandatangan.
12. Lampiran.
13. Tembusan.
14. Inisial pengonsep dan penulis.

5. Bentuk lekuk.


Ket :

1. Kepala surat.
2. Nomor surat.
3. Tanggal.
4. Alamat tujuan.
5. Hal/perihal.
6. Salam pembuka.
7. Isi surat.
8. Salam penutup.
9. Nama organisasi yang mengeluarkan surat.
10. Nama penandatangan.
11. Jabatan penandatangan.
12. Lampiran.
13. Tembusan.
14. Inisial pengonsep dan pengetik.

6. Bentuk alenia menggantung.


Ket :

1. Kepala surat.
2. Nomor surat.
3. Tanggal
4. Alamat tujuan.
5. Hal/perihal.
6. Salam pembuka.
7. Isi surat.
8. Salam penutup.
9. Nama organisasi yang mengeluarkan surat.
10. Nama penandatangan.
11. Jabatan penandatangan.
12. Lampiran.
13. Tembusan.
14. Iinisial pengonsep dan pengetik.
»»  READMORE...
»»  READMORE...

Makalah Pengantar Pendidikan

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang.

Pendidikan merupakan salah satu hak asasi bagi manusia. Kita dapat mengatakan, dimana ada kehidupan manusia disitu pasti ada pendidikan. Pendidikan sebagai gejala universal, merupakan suatu keharusan bagi manusia karena pendidikan merupakan usaha memanusiakan manusia itu sendiri. Satu hal yang menjadi jelas apa yang disebut pendidikan adalah upaya sadar untuk mengambangkan potensi-potensi yang dimiliki manusia.

Kajian tentang landasan dan asas pendidikan akan membentuk wawasan yang tepat tentang pendidikan dan pada gilirannya akan memberikan peluang yang besar bagi perangcangan dan penyelenggaraan pendidikan sehingga memberikan perspektif yang lebih luas terhadap pendidikan itu sendiri. Dasar pendidikan berhubungan sangat erat dengan tujuan pendidikan, karena tujuan itu dirumuskan berdasarkan dasar pendidikan. Tercapainya tujuan pendidikan diharapkan dapat mewujudkan fungsi pendidikan itu sendiri.

B. Rumusan Masalah.
Adapun rumusan masalah yang dapat ditarik dari uraian diatas adalah:
1. Apa yang dimaksud dengan dasar pendidikan?
2. Apa saja asas yang terkandung dalam pendidikan di Indonesia?
3. Bagaimana fungsi pendidikan itu sendiri?
4. Apa yang menjadi tujuan dari pendidikan?

C. Tujuan.
Makalah ini disusun dengan tujuan:
1. Mengetahuai apa saja yang menjadi dasar pendidikan.
2. Mengetahui asas-asas yang terdapat pada pendidikan.
3. Memahami fungsi dan tujuan pendidikan.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Dasar Pendidikan.

Dasar pendidikan adalah landasan berpijak dan arah bagi pendidikan sebagai wahana pengembangan manusia dan masyarakat. Walaupun pendidikan itu bersifat universal, namun bagi suatu masyarakat pendidikan akan diselenggarakan berdasarkan filsafat dan pendangan hidup serta berlangsung dalam latar belakang sosial-budaya masyarakat tersebut.
Adapun beberapa hal yang menjadi dasar atau landasan pendidikan adalah:

1. Landasan Filosofis.
Landasan filosofis berkaitan dengan kajian mengenai makna terdalam atau hakikat pendidikan, mengapa pendidikan dapat dilakukan dan diberikan kepada manusia, dan apa yang seharusnya menjadi tujuan pendidikan. Filsafat sebagai kajian khusus formal dari beberapa ilmu dipakai sebagai landasan bagi pendidikan dan sangat besar pengaruhnya bagi pendidikan. Hal ini disebabkan prinsip-prinsip dan kebenaran hasil kajian dari ilmu-ilmu tersebut diterapkan dalam pendidikan. Esensialisme, behaviorisme, perenialisme, progresivisme, rekonstruksionisme, dan humanism merupakan mazhab-mazhab pendidikan berdasarkan aliran-aliran filsafat tertentu yang pada giliran selanjutnya mempengaruhi pandangan, konsep dan praktik pendidikan. Seharusnya di Indonesia dikembangkan teori pendidikan nasional Indonesia yang berdasar pada filsafat pancasila.

2. Landasan Sosiologi.
Kajian sosoiologi pendidikan merupakan sarana untuk memahami sistem pendidikan dengan keseluruhan hidup masyarakat. Kesatuan wilayah, adat istiadat, rasa identitas, loyalitas pada kelompok merupakan awal dan rasa bangga dalam masyarakat tertentu, yang semuanya ini merupakan landasan bagi pendidikan.

Bangsa Indonesia berbeda dengan bangsa lain, bangsa Indonesia mempunyai karakteristik tersendiri karena mempunyai proses pembentukan yang panjang. Hal-hal yang terkait dengan perwujutan tata tertip sosial, perubahan sosial, interaksi sosial, komunikasi dan sosialisasi merupakan indikator bahwa pendidikan menggunakan landasan sosiologis. Salah satu perwujudan bahwa pendidikan berlandaskan pada kondisi masyarakat tertentu ialah dengan diadakannya muatan lokal atau kurikulum.

3. Landasan Kultural.
Kebudayaan adalah keseluruhan hasil cipta, rasa dan karya manusia. Budaya dalam masyarakat juga menjadi landasan bagi pendidikan. Di Indonesia telah ditegaskan bahwa pendidikan nasional berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia. Kebudayaan dan pendidikan mempunyai hubungan timbal balik, kebudayaan dapat diwariskan dan dikembangkan melalui pendidikan, sebaliknya, bentuk, ciri-ciri dan palaksanaan pendidikan ditentukan oleh kebudayaan yang ada dalam masyarakat.

4. Landasan Historis.
Sejak manusia hidup, sejak saat itu pula pendidikan ada, dari yang paling sederhana sampai pendidikan yang sangat kompleks seperti sekarang ini. Di Indonesia, pendidikan sejaka zaman purba, zaman hindu-budha, pendidikan zaman islam, masa penjajahan kolonial, dan usaha-usaha ke arah pendidikan nasional hingga sekarang merupakan bahan pemikiran yang sangat penting bagi pendidikan kita saat ini dan esok. Semuanya menunjukan bahwa pendidikan tidak dapat lepas dari landasan historis.


5. Landasan Psikologis.
Pendidikan berkaitan dengan pemahaman dan penghayatan akan perkembangan manusia khususnya dalam proses belajar-mengajar. Pemahaman peserta didik yang berkaitan dengan aspek kejiwaan merupakan kunci keberhasilan pendidikan. Beberapa contoh aspek kejiwaan tersebut adalah perbedaan individu karena perbedaan aspek kejiwaan, kebutuhan dasar yang bermacam-macam pada manusia dan perkembangan peserta didik, semua itu berdasarkan pada teori-teori yang ada di psikologi.

6. Landasan Ilmiah dan Teknologi.
Pendidikan dan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) mempunyai hubungan yang sangat erat. IPTEK merupakan salah satu materi pengajaran sebagai bagian dari pendidikan. Jadi, peran pendidikan dalam pewarisan dan pengembangan IPTEK sangat penting. Disatu sisi perkembangan IPTEK terakomodasi oleh pendidikan, disisi lain pendidikan sangat dipengaruhi oleh perkembangan IPTEK. IPTEK selanjutnya digunakan sebagai program, alat dan cara kerja teknologi pendidikan. Memperhatikan kaitan yang sangat erat antara pendidikan denga IPTEK, maka IPTEK merupakan salah satu landasan pendidikan yang penting.

7. Landasan Politik.
Politik sebagai cita-cita yang harus diperjuangkan melalui pendidikan, dimaksudkan agar tujuan dan cita-cita suatu bangsa dapat tercapai. Caranya dilakukan dengan menanamkan pengertian akan peranan kekuasaan, hak dan kewajiban, ideologi serta berbagai aturan yang harus ditaati oleh setiap warga Negara. Penanaman kesadaran akan hak dan kewajiban, nilai-nilai demokrasi merupakan pertanda bahwa di dalam pendidikan menggunakan landasan politik. Demikian juga kalau dalam pendidikan ada materi pendidikan kewarganegaraan, maka pertanda juga bahwa di dalam pendidikan itu ada landasan politiknya.
8. Landasan Ekonomi.
Dari sudut pandang ekonomi, pendidikan dapat dikatakan sebagai human investment. Karena denga pendidikan maka manusia terdidik dapat menjadi modal bagi pembangunan. Manusia terdidik berfungsi sebagai tenaga kerja dan memiliki kemampuan teknologis, dapat membantu pertumbuhan ekonomi dengan naiknya GNP. Pendidikan akan mendorong pertumbuhan ekonomi jika pendidikan itu mampu mencerdaskan, merangsang, dan menginformasikan peserta didik tentang bagaimana dan mengapa seseorang membutuhkan pendidikan. Disisi lain, untuk memperoleh pendidikan diperlukan biaya yang perlu dihitung, berapa satuan biaya yang harus dikeluarkan untuk memperoleh pendidikan pada tingkat tertentu, dan berapa keuntungan yang didapat. Memperhatikan hal-hal tersebut maka dapat dimengerti kalau pendidikan itu menggunakan landasan ekonomi.

9. Landasan Yuridis.
Pendidikan berlangsung dalam lingkungan masyarakat tertentu dengan budaya tertentu, lalu masyarakat itu menginginkan pendidikan yang sesuai dengan latar belakang keinginan masyarakat itu. Maka perlu adanya pengaturan dalam regulasi yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Di Indonesia pendidikan yang dipakai dituangkan dalam undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003, yang kemudian dijabarkan delam peraturan hukum lainnya. Semuanya ini berdasarkan falsafah bangsa Indonesia dan UUD 1945 yang berlaku bagi masyarakat Indonesia.


B. Asas Pendidikan.

Asas atau prinsip pendidikan adalah ketentuan-ketentuan yang dijadikan pedoman atau pegangan dalam melaksanakan pendidikan agar tujuannya tercapai dengan benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan prinsip atau asas ini maka pelaksanaan pendidikan dapat berjalan lancar, efektif, dan erfisien. Asas pendidikan Indonesia berdasar ketetapan komisi Pembaharuan Pendidikan adalah:

1. Asas ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.
Yang berarti di depan pendidik memberi contoh, di tengah memberi dorongan, dibelakang memberi pengaruh agar menuju kebaikan. Gagasan ini dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara (Hamzah, 1991:90). Dalam era kemerdekaan gagasan tersebut diterima sebagai salah satu asas pendidikan nasional Indonesia (Jurnal Pendidikan, No. 2:24).
2. Asa pendidikan sepanjang hayat.
Yang berarti pendidikan itu dimulai sejak lahir sampai nanti meninggal.

3. Asa semesta, menyeluruh dan terpadu.
Semesta artinya pendidikan itu terbuka bagi semua rakyat dan seluruh wilayah Negara, menyeluruh artinya mencakup semua jalur, jenjang dan jenis pendidikan. Terpadu artinya saling berkaitan antara pendidikan dengan pembangunan nasional.

4. Asas manfaat.
Pendidikan harus mengingat kemanfaatan bagi masa depan peserta didik, bagi masyarakat, bangsa, Negara dan agama.

5. Asas usaha bersama.
Pendidikan menekankan kebersamaan antara keluarga sekolah dan masyarakat.


6. Asas demokratis.
Pendidikan harus dilaksanakan dalam suasana dan hubungan yang proporsional antara pendidik dengan peserta didik, ada keseimbangan antara hak dan kewajiban pada masing-masing pihak.

7. Asas adil dan merata.
Semua kepentingan berbagai pihak harus mendapatkan perhatian dan perlakuan yang seimbang, sehingga tidak ada diskriminasi.

8. Asas berkehidupan dalam keseimbangan.
Pendidikan harus mempertimbangkan segala segi kehidupan manusia, misalnya jasmani-rohani, dunia-akherat, individu-sosial, intelektual, kesehatan, keindahan dan sebagainya.

9. Asas kesadaran hokum.
Pendidikan harus sadar dan taat pada peraturan yang berlaku serta menegakan dan menjamin kepastian hukum.

10. Asas kepercayaan pada diri sendiri.
Pendidikan dan peserta didik harus memilki kepercayaan diri sehingga tidak ragu dan setengah-setengah dalam melaksanakan pandidikan.

11. Asas efisiensi dan efektivitas.
Dalam pendidikan dituntut kehematan dan hasil guna yang tinggi.

12. Asas mobilitas.
Dalam pendidikan harus ditumbukan keaktifan, kreativitas, inisiatif, keterampilan, kelincahan dan sebagainya.

13. Asas fleksibiltas.
Dalam pendidikan harus diciptakan keluwesan baik dalam materi maupun caranya sesuai dengan keadaan, waktu dan tempat.

C. Pentingnya Dasar dan Asas Pendidikan.

Dasar pendidikan suatu Negara tidak dapat dilepaskan dri falsafah hidup bangsa itu. Asas pendidikan dapat menjadi corak khusus pada penyelanggaraan pendidikan sehingga akan memberi corak pada pendidikan disuatu masyarakat. Kajian terhadap landasan dan asas pendidikan akan membentuk wawasan yang tepat tentang pendidikan dan pada gilirannya akan memberi peluang yang besar bagi perencanaan dan penyelenggaraan pendidikan sehingga memberikan perspektif yang lebih luas terhadap pendidikan baik secara konseptual maupun opersional. Dasar pendidikan berhubungan sangat erat dengan funsional dengan tujuan pendidikan, Karena tujuan pendidikan itu dirumuskan berdasarkan dasar pendidikan.

D. Fungsi Pendidikan.

Fungsi pendidikan merupakan serangkaian tugas atau misi yang diemban dan harus dilakukan oleh pendidik. Tugas atau misi pendidik itu dapat tertuju pada diri manusia yang dididik mauapun kepada masyarakat bangsa ditempat ia hidup. Adapun beberapa fungsi pendidikan:

1. Bagi dirinya sendiri, pendidikan berfungsi menyiapkan dirinya agar menjadi manusia secara utuh, sehingga ia dapat menunaikan tugas hidupnya secara baik dan dapat hidup wajar sebagai manusia.
2. Bagi masyarakat, pendidikan berfungsi untuk melestarikan tata social dan tata nilai yang ada dalam masyarakat (preserveratif) dan sebagai agen pembaharuan social (direktif) sehingga dapat mengantisipasi masa depan.
3. Menyiapakan tenaga kerja.
4. Menyiapkan manusia sebagai warga Negara yang baik.
5. Menyiapkan manusia sebagai manusia.

E. Tujuan Pendidikan.

Tujuan pendidikan merupakan sesuatau yang ingin dicapai oleh kegiatan pendidikan. Tanpa sadar tujuan, maka praktek pendidikan tidak akan ada artinya. Tujuan pendidikan Indonesia menurut pasal 3 UU No.20 Tahun 2003 adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Adapaun beberapa tujuan dalam pendidikan:

1. Tujuan umum, total atau akhir.
Adalah tujuan yang paling akhir dan merupakan keseluruhan tujuan yang ingin dicapai oleh pendidikan. Tujuan akhir pendidikan adalah tercapainya kebahagiaan sempurna, yaitu kepuasan hingga tidak menimbulkan keinginan lagi dan kekal atau abadi.

2. Tujuan Khusus.
Adalah pengkhususan tujuan umum atas dasar berbagai hal, misalnya usia, jenis kelamin, intelegensi, minat, lingkungan sosial-budaya, tahap-tahap perkembangan, dan lain sebagainya.

3. Tujuan tak lengkap.
Adalah tujuan yang hanya menyangkut sebagian aspek kehidupan manusia. Misalnya aspek sosiologis, psikologis atau biologis saja.

4. Tujuan sementara.
Adalah tujuan yang hanya dimaksudkan untuk sementara saja, sedangkan kalau tujuan sementara telah tercapai kemudian ditinggalkan dan diganti dengan tujuan yang lain.

5. Tujuan intermedier.
Yaitu tujuan perantara bagi tujuan lainya yang pokok. Misalnya anak dibiasakan menyapu halaman agar kelak dia menjadi bertanggung jawab.

6. Tujuan incidental.
Yaitu tujuan yang dicapai pada saat-saat tertentu, seketika, spontan. Misalnya guru menegur anak yang bermain kasar pada saat pelajaran olahraga.

7. Tujuan Umum.
Adalah tujuan akhir atau tertinggi yang berlaku disuatu lembaga dan kegiatan pendidikan.

8. Tujuan institusional.
Adalah tujuan yang menjadi tugas suatu lembaga pendidikan untuk mencapainya.

9. Tujuan kulikuler.
Adalah tujuan yang akan dicapai oleh mata pelajaran atau bidang studi tertentu.

10. Tujuan instruksional.
Adalah tujuan yang yang ingin dicapai pada waktu guru mengajar suatu pokok bahasan tertentu, disebut juga dengan sasaran belajar.

BAB III
PENUTUP

A. Simpulan.

Dari uraian pembahan dapat disimpulkan bahwa dasar pendidikan adalah landasan berpijak dan arah bagi pendidikan sebagai wahana pengembangan manusia dan masyarakat. Walaupun pendidikan itu bersifat universal, namun bagi suatu masyarakat pendidikan akan diselenggarakan berdasarkan filsafat dan pandangan hidup serta berlangsung dalam latar belakang sosial-budaya masyarakat tersebut. Asas atau prinsip pendidikan adalah ketentuan-ketentuan yang dijadikan pedoman atau pegangan dalam melaksanakan pendidikan agar tujuannya tercapai dengan benar dan dapat dipertanggung jawabkan. Dengan prinsip atau asas ini maka pelaksanaan pendidikan dapat berjalan lancar, efektif, dan erfisien.

Fungsi pendidikan merupakan serangkaian tugas atau misi yang diemban dan harus dilakukan oleh pendidik. Tugas atau misi pendidik itu dapat tertuju pada diri manusia yang dididik maupun kepada masyarakat bangsa ditempat ia hidup. Tujuan pendidikan merupakan sesuatau yang ingin dicapai oleh kegiatan pendidikan. Tanpa sadar tujuan, maka praktek pendidikan tidak akan ada artinya. Tujuan pendidikan Indonesia menurut pasal 3 UU No.20 Tahun 2003 adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

DAFTAR PUSTAKA

http : //qym7882.blogspot.com/2009/03/asas-asas-pendidikan-dan-penerapannya.html
http : //shendhu-shendhu.blogspot.com/2010/04/dasar-asas-fungsi-dan-tujuan-pendidikan.html
Baca Terusannya »»   Sumber : http://kolombloggratis.blogspot.com/2011/03/cara-membuat-readmore-otomatis-di-blog.html#ixzz2FxHQZvoq
»»  
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang.

Pendidikan merupakan salah satu hak asasi bagi manusia. Kita dapat mengatakan, dimana ada kehidupan manusia disitu pasti ada pendidikan. Pendidikan sebagai gejala universal, merupakan suatu keharusan bagi manusia karena pendidikan merupakan usaha memanusiakan manusia itu sendiri. Satu hal yang menjadi jelas apa yang disebut pendidikan adalah upaya sadar untuk mengambangkan potensi-potensi yang dimiliki manusia.

Kajian tentang landasan dan asas pendidikan akan membentuk wawasan yang tepat tentang pendidikan dan pada gilirannya akan memberikan peluang yang besar bagi perangcangan dan penyelenggaraan pendidikan sehingga memberikan perspektif yang lebih luas terhadap pendidikan itu sendiri. Dasar pendidikan berhubungan sangat erat dengan tujuan pendidikan, karena tujuan itu dirumuskan berdasarkan dasar pendidikan. Tercapainya tujuan pendidikan diharapkan dapat mewujudkan fungsi pendidikan itu sendiri.

B. Rumusan Masalah.
Adapun rumusan masalah yang dapat ditarik dari uraian diatas adalah:
1. Apa yang dimaksud dengan dasar pendidikan?
2. Apa saja asas yang terkandung dalam pendidikan di Indonesia?
3. Bagaimana fungsi pendidikan itu sendiri?
4. Apa yang menjadi tujuan dari pendidikan?

C. Tujuan.
Makalah ini disusun dengan tujuan:
1. Mengetahuai apa saja yang menjadi dasar pendidikan.
2. Mengetahui asas-asas yang terdapat pada pendidikan.
3. Memahami fungsi dan tujuan pendidikan.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Dasar Pendidikan.

Dasar pendidikan adalah landasan berpijak dan arah bagi pendidikan sebagai wahana pengembangan manusia dan masyarakat. Walaupun pendidikan itu bersifat universal, namun bagi suatu masyarakat pendidikan akan diselenggarakan berdasarkan filsafat dan pendangan hidup serta berlangsung dalam latar belakang sosial-budaya masyarakat tersebut.
Adapun beberapa hal yang menjadi dasar atau landasan pendidikan adalah:

1. Landasan Filosofis.
Landasan filosofis berkaitan dengan kajian mengenai makna terdalam atau hakikat pendidikan, mengapa pendidikan dapat dilakukan dan diberikan kepada manusia, dan apa yang seharusnya menjadi tujuan pendidikan. Filsafat sebagai kajian khusus formal dari beberapa ilmu dipakai sebagai landasan bagi pendidikan dan sangat besar pengaruhnya bagi pendidikan. Hal ini disebabkan prinsip-prinsip dan kebenaran hasil kajian dari ilmu-ilmu tersebut diterapkan dalam pendidikan. Esensialisme, behaviorisme, perenialisme, progresivisme, rekonstruksionisme, dan humanism merupakan mazhab-mazhab pendidikan berdasarkan aliran-aliran filsafat tertentu yang pada giliran selanjutnya mempengaruhi pandangan, konsep dan praktik pendidikan. Seharusnya di Indonesia dikembangkan teori pendidikan nasional Indonesia yang berdasar pada filsafat pancasila.

2. Landasan Sosiologi.
Kajian sosoiologi pendidikan merupakan sarana untuk memahami sistem pendidikan dengan keseluruhan hidup masyarakat. Kesatuan wilayah, adat istiadat, rasa identitas, loyalitas pada kelompok merupakan awal dan rasa bangga dalam masyarakat tertentu, yang semuanya ini merupakan landasan bagi pendidikan.

Bangsa Indonesia berbeda dengan bangsa lain, bangsa Indonesia mempunyai karakteristik tersendiri karena mempunyai proses pembentukan yang panjang. Hal-hal yang terkait dengan perwujutan tata tertip sosial, perubahan sosial, interaksi sosial, komunikasi dan sosialisasi merupakan indikator bahwa pendidikan menggunakan landasan sosiologis. Salah satu perwujudan bahwa pendidikan berlandaskan pada kondisi masyarakat tertentu ialah dengan diadakannya muatan lokal atau kurikulum.

3. Landasan Kultural.
Kebudayaan adalah keseluruhan hasil cipta, rasa dan karya manusia. Budaya dalam masyarakat juga menjadi landasan bagi pendidikan. Di Indonesia telah ditegaskan bahwa pendidikan nasional berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia. Kebudayaan dan pendidikan mempunyai hubungan timbal balik, kebudayaan dapat diwariskan dan dikembangkan melalui pendidikan, sebaliknya, bentuk, ciri-ciri dan palaksanaan pendidikan ditentukan oleh kebudayaan yang ada dalam masyarakat.

4. Landasan Historis.
Sejak manusia hidup, sejak saat itu pula pendidikan ada, dari yang paling sederhana sampai pendidikan yang sangat kompleks seperti sekarang ini. Di Indonesia, pendidikan sejaka zaman purba, zaman hindu-budha, pendidikan zaman islam, masa penjajahan kolonial, dan usaha-usaha ke arah pendidikan nasional hingga sekarang merupakan bahan pemikiran yang sangat penting bagi pendidikan kita saat ini dan esok. Semuanya menunjukan bahwa pendidikan tidak dapat lepas dari landasan historis.


5. Landasan Psikologis.
Pendidikan berkaitan dengan pemahaman dan penghayatan akan perkembangan manusia khususnya dalam proses belajar-mengajar. Pemahaman peserta didik yang berkaitan dengan aspek kejiwaan merupakan kunci keberhasilan pendidikan. Beberapa contoh aspek kejiwaan tersebut adalah perbedaan individu karena perbedaan aspek kejiwaan, kebutuhan dasar yang bermacam-macam pada manusia dan perkembangan peserta didik, semua itu berdasarkan pada teori-teori yang ada di psikologi.

6. Landasan Ilmiah dan Teknologi.
Pendidikan dan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) mempunyai hubungan yang sangat erat. IPTEK merupakan salah satu materi pengajaran sebagai bagian dari pendidikan. Jadi, peran pendidikan dalam pewarisan dan pengembangan IPTEK sangat penting. Disatu sisi perkembangan IPTEK terakomodasi oleh pendidikan, disisi lain pendidikan sangat dipengaruhi oleh perkembangan IPTEK. IPTEK selanjutnya digunakan sebagai program, alat dan cara kerja teknologi pendidikan. Memperhatikan kaitan yang sangat erat antara pendidikan denga IPTEK, maka IPTEK merupakan salah satu landasan pendidikan yang penting.

7. Landasan Politik.
Politik sebagai cita-cita yang harus diperjuangkan melalui pendidikan, dimaksudkan agar tujuan dan cita-cita suatu bangsa dapat tercapai. Caranya dilakukan dengan menanamkan pengertian akan peranan kekuasaan, hak dan kewajiban, ideologi serta berbagai aturan yang harus ditaati oleh setiap warga Negara. Penanaman kesadaran akan hak dan kewajiban, nilai-nilai demokrasi merupakan pertanda bahwa di dalam pendidikan menggunakan landasan politik. Demikian juga kalau dalam pendidikan ada materi pendidikan kewarganegaraan, maka pertanda juga bahwa di dalam pendidikan itu ada landasan politiknya.
8. Landasan Ekonomi.
Dari sudut pandang ekonomi, pendidikan dapat dikatakan sebagai human investment. Karena denga pendidikan maka manusia terdidik dapat menjadi modal bagi pembangunan. Manusia terdidik berfungsi sebagai tenaga kerja dan memiliki kemampuan teknologis, dapat membantu pertumbuhan ekonomi dengan naiknya GNP. Pendidikan akan mendorong pertumbuhan ekonomi jika pendidikan itu mampu mencerdaskan, merangsang, dan menginformasikan peserta didik tentang bagaimana dan mengapa seseorang membutuhkan pendidikan. Disisi lain, untuk memperoleh pendidikan diperlukan biaya yang perlu dihitung, berapa satuan biaya yang harus dikeluarkan untuk memperoleh pendidikan pada tingkat tertentu, dan berapa keuntungan yang didapat. Memperhatikan hal-hal tersebut maka dapat dimengerti kalau pendidikan itu menggunakan landasan ekonomi.

9. Landasan Yuridis.
Pendidikan berlangsung dalam lingkungan masyarakat tertentu dengan budaya tertentu, lalu masyarakat itu menginginkan pendidikan yang sesuai dengan latar belakang keinginan masyarakat itu. Maka perlu adanya pengaturan dalam regulasi yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Di Indonesia pendidikan yang dipakai dituangkan dalam undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003, yang kemudian dijabarkan delam peraturan hukum lainnya. Semuanya ini berdasarkan falsafah bangsa Indonesia dan UUD 1945 yang berlaku bagi masyarakat Indonesia.


B. Asas Pendidikan.

Asas atau prinsip pendidikan adalah ketentuan-ketentuan yang dijadikan pedoman atau pegangan dalam melaksanakan pendidikan agar tujuannya tercapai dengan benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan prinsip atau asas ini maka pelaksanaan pendidikan dapat berjalan lancar, efektif, dan erfisien. Asas pendidikan Indonesia berdasar ketetapan komisi Pembaharuan Pendidikan adalah:

1. Asas ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.
Yang berarti di depan pendidik memberi contoh, di tengah memberi dorongan, dibelakang memberi pengaruh agar menuju kebaikan. Gagasan ini dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara (Hamzah, 1991:90). Dalam era kemerdekaan gagasan tersebut diterima sebagai salah satu asas pendidikan nasional Indonesia (Jurnal Pendidikan, No. 2:24).
2. Asa pendidikan sepanjang hayat.
Yang berarti pendidikan itu dimulai sejak lahir sampai nanti meninggal.

3. Asa semesta, menyeluruh dan terpadu.
Semesta artinya pendidikan itu terbuka bagi semua rakyat dan seluruh wilayah Negara, menyeluruh artinya mencakup semua jalur, jenjang dan jenis pendidikan. Terpadu artinya saling berkaitan antara pendidikan dengan pembangunan nasional.

4. Asas manfaat.
Pendidikan harus mengingat kemanfaatan bagi masa depan peserta didik, bagi masyarakat, bangsa, Negara dan agama.

5. Asas usaha bersama.
Pendidikan menekankan kebersamaan antara keluarga sekolah dan masyarakat.


6. Asas demokratis.
Pendidikan harus dilaksanakan dalam suasana dan hubungan yang proporsional antara pendidik dengan peserta didik, ada keseimbangan antara hak dan kewajiban pada masing-masing pihak.

7. Asas adil dan merata.
Semua kepentingan berbagai pihak harus mendapatkan perhatian dan perlakuan yang seimbang, sehingga tidak ada diskriminasi.

8. Asas berkehidupan dalam keseimbangan.
Pendidikan harus mempertimbangkan segala segi kehidupan manusia, misalnya jasmani-rohani, dunia-akherat, individu-sosial, intelektual, kesehatan, keindahan dan sebagainya.

9. Asas kesadaran hokum.
Pendidikan harus sadar dan taat pada peraturan yang berlaku serta menegakan dan menjamin kepastian hukum.

10. Asas kepercayaan pada diri sendiri.
Pendidikan dan peserta didik harus memilki kepercayaan diri sehingga tidak ragu dan setengah-setengah dalam melaksanakan pandidikan.

11. Asas efisiensi dan efektivitas.
Dalam pendidikan dituntut kehematan dan hasil guna yang tinggi.

12. Asas mobilitas.
Dalam pendidikan harus ditumbukan keaktifan, kreativitas, inisiatif, keterampilan, kelincahan dan sebagainya.

13. Asas fleksibiltas.
Dalam pendidikan harus diciptakan keluwesan baik dalam materi maupun caranya sesuai dengan keadaan, waktu dan tempat.

C. Pentingnya Dasar dan Asas Pendidikan.

Dasar pendidikan suatu Negara tidak dapat dilepaskan dri falsafah hidup bangsa itu. Asas pendidikan dapat menjadi corak khusus pada penyelanggaraan pendidikan sehingga akan memberi corak pada pendidikan disuatu masyarakat. Kajian terhadap landasan dan asas pendidikan akan membentuk wawasan yang tepat tentang pendidikan dan pada gilirannya akan memberi peluang yang besar bagi perencanaan dan penyelenggaraan pendidikan sehingga memberikan perspektif yang lebih luas terhadap pendidikan baik secara konseptual maupun opersional. Dasar pendidikan berhubungan sangat erat dengan funsional dengan tujuan pendidikan, Karena tujuan pendidikan itu dirumuskan berdasarkan dasar pendidikan.

D. Fungsi Pendidikan.

Fungsi pendidikan merupakan serangkaian tugas atau misi yang diemban dan harus dilakukan oleh pendidik. Tugas atau misi pendidik itu dapat tertuju pada diri manusia yang dididik mauapun kepada masyarakat bangsa ditempat ia hidup. Adapun beberapa fungsi pendidikan:

1. Bagi dirinya sendiri, pendidikan berfungsi menyiapkan dirinya agar menjadi manusia secara utuh, sehingga ia dapat menunaikan tugas hidupnya secara baik dan dapat hidup wajar sebagai manusia.
2. Bagi masyarakat, pendidikan berfungsi untuk melestarikan tata social dan tata nilai yang ada dalam masyarakat (preserveratif) dan sebagai agen pembaharuan social (direktif) sehingga dapat mengantisipasi masa depan.
3. Menyiapakan tenaga kerja.
4. Menyiapkan manusia sebagai warga Negara yang baik.
5. Menyiapkan manusia sebagai manusia.

E. Tujuan Pendidikan.

Tujuan pendidikan merupakan sesuatau yang ingin dicapai oleh kegiatan pendidikan. Tanpa sadar tujuan, maka praktek pendidikan tidak akan ada artinya. Tujuan pendidikan Indonesia menurut pasal 3 UU No.20 Tahun 2003 adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Adapaun beberapa tujuan dalam pendidikan:

1. Tujuan umum, total atau akhir.
Adalah tujuan yang paling akhir dan merupakan keseluruhan tujuan yang ingin dicapai oleh pendidikan. Tujuan akhir pendidikan adalah tercapainya kebahagiaan sempurna, yaitu kepuasan hingga tidak menimbulkan keinginan lagi dan kekal atau abadi.

2. Tujuan Khusus.
Adalah pengkhususan tujuan umum atas dasar berbagai hal, misalnya usia, jenis kelamin, intelegensi, minat, lingkungan sosial-budaya, tahap-tahap perkembangan, dan lain sebagainya.

3. Tujuan tak lengkap.
Adalah tujuan yang hanya menyangkut sebagian aspek kehidupan manusia. Misalnya aspek sosiologis, psikologis atau biologis saja.

4. Tujuan sementara.
Adalah tujuan yang hanya dimaksudkan untuk sementara saja, sedangkan kalau tujuan sementara telah tercapai kemudian ditinggalkan dan diganti dengan tujuan yang lain.

5. Tujuan intermedier.
Yaitu tujuan perantara bagi tujuan lainya yang pokok. Misalnya anak dibiasakan menyapu halaman agar kelak dia menjadi bertanggung jawab.

6. Tujuan incidental.
Yaitu tujuan yang dicapai pada saat-saat tertentu, seketika, spontan. Misalnya guru menegur anak yang bermain kasar pada saat pelajaran olahraga.

7. Tujuan Umum.
Adalah tujuan akhir atau tertinggi yang berlaku disuatu lembaga dan kegiatan pendidikan.

8. Tujuan institusional.
Adalah tujuan yang menjadi tugas suatu lembaga pendidikan untuk mencapainya.

9. Tujuan kulikuler.
Adalah tujuan yang akan dicapai oleh mata pelajaran atau bidang studi tertentu.

10. Tujuan instruksional.
Adalah tujuan yang yang ingin dicapai pada waktu guru mengajar suatu pokok bahasan tertentu, disebut juga dengan sasaran belajar.

BAB III
PENUTUP

A. Simpulan.

Dari uraian pembahan dapat disimpulkan bahwa dasar pendidikan adalah landasan berpijak dan arah bagi pendidikan sebagai wahana pengembangan manusia dan masyarakat. Walaupun pendidikan itu bersifat universal, namun bagi suatu masyarakat pendidikan akan diselenggarakan berdasarkan filsafat dan pandangan hidup serta berlangsung dalam latar belakang sosial-budaya masyarakat tersebut. Asas atau prinsip pendidikan adalah ketentuan-ketentuan yang dijadikan pedoman atau pegangan dalam melaksanakan pendidikan agar tujuannya tercapai dengan benar dan dapat dipertanggung jawabkan. Dengan prinsip atau asas ini maka pelaksanaan pendidikan dapat berjalan lancar, efektif, dan erfisien.

Fungsi pendidikan merupakan serangkaian tugas atau misi yang diemban dan harus dilakukan oleh pendidik. Tugas atau misi pendidik itu dapat tertuju pada diri manusia yang dididik maupun kepada masyarakat bangsa ditempat ia hidup. Tujuan pendidikan merupakan sesuatau yang ingin dicapai oleh kegiatan pendidikan. Tanpa sadar tujuan, maka praktek pendidikan tidak akan ada artinya. Tujuan pendidikan Indonesia menurut pasal 3 UU No.20 Tahun 2003 adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

DAFTAR PUSTAKA

http : //qym7882.blogspot.com/2009/03/asas-asas-pendidikan-dan-penerapannya.html
http : //shendhu-shendhu.blogspot.com/2010/04/dasar-asas-fungsi-dan-tujuan-pendidikan.html
»»  READMORE...
»»  READMORE...

Makalah Voli Penjaskes

I. PENDAHULUAN.

Bola voli adalah olahraga yang dimainkan oleh dua tim dalam satu lapangan yang dipisahkan oleh sebuah net (Peraturan Permainan Bola Voli : 1). Terdapat versi yang berbeda tentang jumlah pemain, jenis/ukuran lapangan, angka kemenangan dan peraturan yang digunakan. Tujuan dari permainan adalah melewatkan bola diatas net agar dapat jatuh menyentuh lantai lapangan lawan dan untuk mencegah usaha yang sama dari lawan.

Tehnik-tehnik dalam permainan bola voli, yaitu :
  1. Passing bawah.
  2. Passing atas.
  3. Servis, ter bagi :

  • Servis atas.
  • Servis bawah.
  • Jump servis
4. Smash.
5. Block.

Ukuran lapangan bola voli yang umum adalah 9 meter x 18 meter. Ukuran tinggi net putra 2,43 meter dan untuk net putri 2,24 meter. Garis batas serang untuk pemain belakang berjarak 3 meter dari garis tengah (sejajar dengan jaring). Garis tepi lapangan adalah 5 cm.

Yang dibahas dalam makalah ini bukanlah permainan bola volinya, tetapi tata nilai dari permainan voli dan manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari. Karena dalam permainan voli sendiri memiliki tata nilai yang sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi calon generasi penerus bangsa yang akan membawa kemana bangsa ini sehingga mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa indonesia dimasa yang akan datang.

Dewasa ini prilaku manusia sudah banyak yang menyimpang dari norma-norma yang ada dimasyarakat, sehingga perlu diadakan pembenahan prilaku agar tercapainya kehidupan yang harmonis dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan makalah ini harapan saya semoga dapat memberikan motivasi kepada masyarakat supaya dapat berprilaku dan bersikap yang lebih baik sehingga pada masa yang akan datang dapat mambawa perubahan sikap, tutur kata dan prilaku generasi muda serta dapat mengembalikan image bangsa sebagai bangsa yang ramah tamah dan sopan santun.

II. PERMASALAHAN.

Sebagai bangsa yang terkenal dengan ramah tamah dan sopan, maka sangat tidak lazim jika masyarakat yang bernaung didalamnya tidak berkepribadian yang luhur. Mudah-mudahan dengan mengikuti cabang olahraga voli dapat merubah kepribadian, sikap dan tingkah laku yang lebih baik dan sesuai dengan norma yang berlaku, sehingga image bangsa dan negara kita yang terkenal dengan keramah tamahan dan kesopanan kembali terwujud.

Bola voli merupakan olahraga yang cukup digemari di Indonesia, karena dengan bermain voli dapat memberikan hiburan tersendiri bagi yang memaikan dan yang melihatnya. Permainan bola voli juga selalu diajarkan pada tingkat pendidikan dari sekolah dasar sampai sekolah atas sehingga penerapan tata nilai dalam permainan bola voli lebih mudah.

Dari uraian diatas maka akan timbul pertanyaan :
1. Apa saja tata nilai yang terkandung dalam permainan bola voli?
2. Seberapa besar dan Apa saja pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari?

III. PEMBAHASAN MASALAH.
III.1. Tata Nilai Dalam Permainan Bola Voli.

Dalam permainan bola voli sebenarnya tidak hanya terdapat interaksi fisik saja yang membuat jasmani orang yang memainkannya menjadi sehat dan bugar, tetapi terdapat juga komponen-komponen tentang nilai-nilai didalamnya, sehingga orang yang memainkan permainan bola voli tidak hanya memperoleh jasmani yang sehat, tetapi juga memiliki jiwa dan kepribadian yang baik dan sesuai norma dalam kehidupan. Dengan bermain voli juga dapat mengangkat harkat dan martabatan diri sendiri pada khususnya, tim, seponsor dan daerah yang kita bawa dalam pertandingan.

Komponen nilai-nilai yang dimaksud adalah :
1. Kerjasama.
Kerjasama merupakan koordinasi yang seirama antara pemain yang satu dengan pemain yang lain dalam satu tim. Kerjasama sangat dibutuhkan dalam permainan bola voli, selain karena peraturan yang tidak memperbolehkan seorang pemain menyentuh bola dua kali berturut-turut, dengan kerjasama permainan lebih memiliki seni, indah dilihat, mempertontonkan kekompakan tim, membuat pemain lebih semangat dan permainan juga tidak terasa terlalu capek.

2. Disiplin.
Disiplin merupan prilaku mentaati aturan yang telah ditentukan. Disiplin dalam permainan voli, misalnya datang tepat waktu, menjaga daerah lapangan pada umumnya dan posisi pada khususnya, mentaati peraturan yang berlaku dan tidak mengulur-ulur waktu. Disiplin dalam permainan bola sangat dibutuhkan, karena apabila pemain tidak datang tepat waktu saat pertandingan atau paling lambat 15 menit lewat dari jadwal yang ditentukan maka dinyatakan walk out (WO). Disiplin dalam menjaga daerah pertahanan agar dapat bermain dengan baik dan meminimalis kesalahan serta kesalahan, mentaati peraturan agar pemain tidak mendapat teguran maupun sanksi.

3. Tanggung jawab.
Tanggung jawab merupakan sikap berani menanggung resiko apa yang telah dilakukan baik positif maupun negatif. Tanggung jawab dalam permainan bola voli, misalnya menerima keputusan wasit yang memberi sanksi WO (wolk out) karena terlambat datang lebih dari 15 menit dalam pertandingan, menerima tidak dimainkan dalam pertandingan oleh pelatih karena jarang datang latihan dan bermain kurang bagus serta tidak konsisten. Tanggung jawab dibutuhkan, supaya pemain tepat waktu dan memberikan yang kontribusi yang terbaik serta tidak mengulangi kesalahan yang merugikan diri sendiri maupun tim.


4. Gigih.
Gigih merupakan sikap tidak mudah menyerah dalam mendapatkan atau menguasai sesuatu. Gigih dalam permainan bola voli berupa latihan passing, block, smash dan servis serta berusaha bermain baik, sportif, disiplin dan konsisten dalam pertandingan supaya mendapatkan gelar juara. Gigih dalam permainan bola voli berguna untuk memotifasi pemain supaya menjadi yang lebih baik dan belajar dari kesalahan dan kekalahan, sehingga membuat kita selau semangat dalam melakukan dan mengejar sesuatu.

5. Taat aturan.
Taat aturan merupakan sikap menjaga, mentaati dan melakukan aturan-aturan yang berlaku. Taat aturan dalam permainan voli, misalnya disiplin, tidak melakukan tindakan anarkis, tidak melakukan protes yang berlebiha. Maanfaat taat aturan membuat kita tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri kita sendiri maupun orang lain.

6. Sportif.
Dalam sportif terdapat beberapa komponen, yaitu :
a. Jujur.
Yaitu sikap berani mengatakan apa adanya. Misalnya saat kita melakukan smash dan menyentuh net, maka tidak melakukan protes kepada wasit karena memang kita menyentuh net.

b. Rendah hati.
Merupakan sikap tidak sombong terhadap hasil yang dicapai. Misalnya tim memenangkan pertandingan pertandingan, maka tidak mengejek tim yang kalah, menyalami dan tetap memberi motifasi kepada lawan semoga lain kali bisa menjadi yang lebih baik.

c. Tenggang rasa.
Merupakan sikap simpatik kepada orang lain. Misalnya menyalami rekan yang terjatuh saat menerima smash dari lawan.

d. Pemaaf.
Merupakan sikap tidak dendam terhadap orang lain. Misalnya terjadi body kontak saat melakukan smash maupun block, maka saling berjabat tangan dan saling memaafkan.

e. Lapang dada.
Lapang dada merupakan sikap berbesar hati saat dalam keadaan yang tidak menyenangkan bagi kita. Lapang dada dalam permainan bola voli, misalnya kalah dalam pertandingan, berfikirlah positif mungkin lawan lebih baik dari pada kita, tidak dimainkan oleh pelatih atau sebagai cadangan, berarti rekan satu tim kita lebih bagus mainnya.

7. Seni.
Seni merupakan gerakan permainan yang indah dilihat atau ditonton. Seni dalam permainan bola voli merupakan motifasi dan semangat yang timbul secara otomatis saat kita melakukan permainan dengan gerakan-gerakan kerjasama yang bagus. Seni dapat membuat orang yang melihat pertandingan jadi tertarik untuk belajar dan bagi pemain dapat menjadikan sebuah hiburan selain kebugaran dan kesehatan fisik.

8. Sopan.
Sopan merupakan sikap menghargai dan melakukan tindakan atau sikap yang tidak menyimpang dari aturan atau norma yang berlaku. Sopan sangat erat kaitannya dengan tata krama atau unggah-ungguh. Sopan dalam permainan bola voli, misalnya menghargai dan berkata serta tidak berprilaku sewenang-wenang kepada rekan, lawan, pelatih, wasit maupun panitia pertandingan. Sikap sopan dalam permainan bola voli dapat membuat orang lain menyayangi, menghargai dan menghormati kita, sehingga kita berkesan baik dimata orang lain.

III.2. Pengaruhnya Dalam Kehidupan Sehari-hari.

Komponen-komponen tata nilai yang telah disebutkan diatas sangat besar pengaruhnya bagi kehidupan sehari-hari, dari mulai tingkah laku, sikap, tutur kata dan kepribadian kita. Karena dalam permainan bola voli kita sudah terbiasa melakukan hal-hal seperti diatas maka secara otomatis akan kita bawa dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dalam aktifitas sehari-hari kita tidak merasa asing lagi dalam melakukan hal-hal seperti diatas.

Pengaruh komponen tata nilai permainan bola voli dalam kehidupan sehari-hari :
1. Membiasaakan kita bertutur kata, bersikap dan berprilaku sopan.
2. Membiasakan kita hidup disiplin waktu maupun aturan.
3. Membuat hidup kita selalu ceria dan tubuh tetap sehat dan bugar.
4. Membuat kita mempunyai banyak teman.
5. Membuat kita disenangi banyak orang.
6. Membuat hidup kita taat aturan.
7. Membuat kita terbiasa bekerjasama dengan orang lain.
8. Membuat kita selalu semangat dalam melakukan sesuatu hal.

IV. KESIMPULAN.

Olahraga merupakan sarana untuk menyehatkan badan, membuat badan selalu segar dan bugar, olahraga juga dapat membuat pertumbuhan fisik manusia menjadi optimal serta dapat juga membentuk karakter, sikap, tutur kata dan prilaku manusia menjadi lebih baik. Dalam olahraga voli memang yang terutama yang berinteraksi adalah fisik, tetapi komponen tata nilai yang terkandung didalamnya merupakan pendidikan tambah yang dapat membentuk kepribadian manusia.

Jadi selain manfaat interaksi fisik yang yang dapat mengoptimalkan pertumbuhan fisik manusia, dalam permainan voli juga memiliki komponen tata nilai yang dapat membentuk karakter manusia menjadi lebih baik, lebih bermartabat dan lebih sopan. Harapan saya semoga yang dipelajari dalampermainan bola voli bukan hanya interaksi fisiknya saja, tetapi juga pembentukan sikap dan karakter yang dapat meningkatkan harkat dan martabat diri sendiri pada khususnya serta bangsa dan negara pada umumnya.


V. SARAN.

Berdasarkan permasalahan, pembahasan dan kesimpulan, maka dapat ditemukan saran-saran yang diharapkan dapat menjadi solusi dan motifasi.
Saran-saran tersebut seperti :
1. Mengingat olahraga voli juga dapat memoptimalkan pertumbuhan fisik manusia, maka diharapkan bagi generasi penerus sebaiknya mempelajari permainan voli supaya pertumbuhan fisik dapat optimal.
2. Dalam dunia pendidikan dari tingkat sekolah dasar sampai pada sekolah menengah atas terdapat pembelajaran mengenai olahraga permainan voli, diharapkan dari mulai pengenalan permainan voli ini diterapkan juga komponen tata nilai yang terdapat didalamnya supaya sejak usia dini generasi penerus bangsa memiliki karakter, sifat dan sikap yang baik seperti yang terdapat dalam tata nilai permainan voli.
3. Permainan bola voli juga dapat menambah wawasan dan meningkatkan IQ manusia, sehingga dengan fisik yang memadai dan IQ yang ok maka dapat meningkatkan martabat.



DAFTAR PUSTAKA

Mukholid, Agus. 2009. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA Kelas X. Jakarta Timur : Yudhistira.
Peraturan Permainan Bola Voli. PBVSI. Jakarta.
Roji. 2008. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMP Kelas IX. Jakarta : Erlangga.
Tamat, Trisnowati dan Mirman, Moekarto. 2007. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Jakarta : Universitas Terbuka.
Baca Terusannya »»   Sumber : http://kolombloggratis.blogspot.com/2011/03/cara-membuat-readmore-otomatis-di-blog.html#ixzz2FxHQZvoq
»»  
I. PENDAHULUAN.

Bola voli adalah olahraga yang dimainkan oleh dua tim dalam satu lapangan yang dipisahkan oleh sebuah net (Peraturan Permainan Bola Voli : 1). Terdapat versi yang berbeda tentang jumlah pemain, jenis/ukuran lapangan, angka kemenangan dan peraturan yang digunakan. Tujuan dari permainan adalah melewatkan bola diatas net agar dapat jatuh menyentuh lantai lapangan lawan dan untuk mencegah usaha yang sama dari lawan.

Tehnik-tehnik dalam permainan bola voli, yaitu :
  1. Passing bawah.
  2. Passing atas.
  3. Servis, ter bagi :

  • Servis atas.
  • Servis bawah.
  • Jump servis
4. Smash.
5. Block.

Ukuran lapangan bola voli yang umum adalah 9 meter x 18 meter. Ukuran tinggi net putra 2,43 meter dan untuk net putri 2,24 meter. Garis batas serang untuk pemain belakang berjarak 3 meter dari garis tengah (sejajar dengan jaring). Garis tepi lapangan adalah 5 cm.

Yang dibahas dalam makalah ini bukanlah permainan bola volinya, tetapi tata nilai dari permainan voli dan manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari. Karena dalam permainan voli sendiri memiliki tata nilai yang sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi calon generasi penerus bangsa yang akan membawa kemana bangsa ini sehingga mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa indonesia dimasa yang akan datang.

Dewasa ini prilaku manusia sudah banyak yang menyimpang dari norma-norma yang ada dimasyarakat, sehingga perlu diadakan pembenahan prilaku agar tercapainya kehidupan yang harmonis dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan makalah ini harapan saya semoga dapat memberikan motivasi kepada masyarakat supaya dapat berprilaku dan bersikap yang lebih baik sehingga pada masa yang akan datang dapat mambawa perubahan sikap, tutur kata dan prilaku generasi muda serta dapat mengembalikan image bangsa sebagai bangsa yang ramah tamah dan sopan santun.

II. PERMASALAHAN.

Sebagai bangsa yang terkenal dengan ramah tamah dan sopan, maka sangat tidak lazim jika masyarakat yang bernaung didalamnya tidak berkepribadian yang luhur. Mudah-mudahan dengan mengikuti cabang olahraga voli dapat merubah kepribadian, sikap dan tingkah laku yang lebih baik dan sesuai dengan norma yang berlaku, sehingga image bangsa dan negara kita yang terkenal dengan keramah tamahan dan kesopanan kembali terwujud.

Bola voli merupakan olahraga yang cukup digemari di Indonesia, karena dengan bermain voli dapat memberikan hiburan tersendiri bagi yang memaikan dan yang melihatnya. Permainan bola voli juga selalu diajarkan pada tingkat pendidikan dari sekolah dasar sampai sekolah atas sehingga penerapan tata nilai dalam permainan bola voli lebih mudah.

Dari uraian diatas maka akan timbul pertanyaan :
1. Apa saja tata nilai yang terkandung dalam permainan bola voli?
2. Seberapa besar dan Apa saja pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari?

III. PEMBAHASAN MASALAH.
III.1. Tata Nilai Dalam Permainan Bola Voli.

Dalam permainan bola voli sebenarnya tidak hanya terdapat interaksi fisik saja yang membuat jasmani orang yang memainkannya menjadi sehat dan bugar, tetapi terdapat juga komponen-komponen tentang nilai-nilai didalamnya, sehingga orang yang memainkan permainan bola voli tidak hanya memperoleh jasmani yang sehat, tetapi juga memiliki jiwa dan kepribadian yang baik dan sesuai norma dalam kehidupan. Dengan bermain voli juga dapat mengangkat harkat dan martabatan diri sendiri pada khususnya, tim, seponsor dan daerah yang kita bawa dalam pertandingan.

Komponen nilai-nilai yang dimaksud adalah :
1. Kerjasama.
Kerjasama merupakan koordinasi yang seirama antara pemain yang satu dengan pemain yang lain dalam satu tim. Kerjasama sangat dibutuhkan dalam permainan bola voli, selain karena peraturan yang tidak memperbolehkan seorang pemain menyentuh bola dua kali berturut-turut, dengan kerjasama permainan lebih memiliki seni, indah dilihat, mempertontonkan kekompakan tim, membuat pemain lebih semangat dan permainan juga tidak terasa terlalu capek.

2. Disiplin.
Disiplin merupan prilaku mentaati aturan yang telah ditentukan. Disiplin dalam permainan voli, misalnya datang tepat waktu, menjaga daerah lapangan pada umumnya dan posisi pada khususnya, mentaati peraturan yang berlaku dan tidak mengulur-ulur waktu. Disiplin dalam permainan bola sangat dibutuhkan, karena apabila pemain tidak datang tepat waktu saat pertandingan atau paling lambat 15 menit lewat dari jadwal yang ditentukan maka dinyatakan walk out (WO). Disiplin dalam menjaga daerah pertahanan agar dapat bermain dengan baik dan meminimalis kesalahan serta kesalahan, mentaati peraturan agar pemain tidak mendapat teguran maupun sanksi.

3. Tanggung jawab.
Tanggung jawab merupakan sikap berani menanggung resiko apa yang telah dilakukan baik positif maupun negatif. Tanggung jawab dalam permainan bola voli, misalnya menerima keputusan wasit yang memberi sanksi WO (wolk out) karena terlambat datang lebih dari 15 menit dalam pertandingan, menerima tidak dimainkan dalam pertandingan oleh pelatih karena jarang datang latihan dan bermain kurang bagus serta tidak konsisten. Tanggung jawab dibutuhkan, supaya pemain tepat waktu dan memberikan yang kontribusi yang terbaik serta tidak mengulangi kesalahan yang merugikan diri sendiri maupun tim.


4. Gigih.
Gigih merupakan sikap tidak mudah menyerah dalam mendapatkan atau menguasai sesuatu. Gigih dalam permainan bola voli berupa latihan passing, block, smash dan servis serta berusaha bermain baik, sportif, disiplin dan konsisten dalam pertandingan supaya mendapatkan gelar juara. Gigih dalam permainan bola voli berguna untuk memotifasi pemain supaya menjadi yang lebih baik dan belajar dari kesalahan dan kekalahan, sehingga membuat kita selau semangat dalam melakukan dan mengejar sesuatu.

5. Taat aturan.
Taat aturan merupakan sikap menjaga, mentaati dan melakukan aturan-aturan yang berlaku. Taat aturan dalam permainan voli, misalnya disiplin, tidak melakukan tindakan anarkis, tidak melakukan protes yang berlebiha. Maanfaat taat aturan membuat kita tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri kita sendiri maupun orang lain.

6. Sportif.
Dalam sportif terdapat beberapa komponen, yaitu :
a. Jujur.
Yaitu sikap berani mengatakan apa adanya. Misalnya saat kita melakukan smash dan menyentuh net, maka tidak melakukan protes kepada wasit karena memang kita menyentuh net.

b. Rendah hati.
Merupakan sikap tidak sombong terhadap hasil yang dicapai. Misalnya tim memenangkan pertandingan pertandingan, maka tidak mengejek tim yang kalah, menyalami dan tetap memberi motifasi kepada lawan semoga lain kali bisa menjadi yang lebih baik.

c. Tenggang rasa.
Merupakan sikap simpatik kepada orang lain. Misalnya menyalami rekan yang terjatuh saat menerima smash dari lawan.

d. Pemaaf.
Merupakan sikap tidak dendam terhadap orang lain. Misalnya terjadi body kontak saat melakukan smash maupun block, maka saling berjabat tangan dan saling memaafkan.

e. Lapang dada.
Lapang dada merupakan sikap berbesar hati saat dalam keadaan yang tidak menyenangkan bagi kita. Lapang dada dalam permainan bola voli, misalnya kalah dalam pertandingan, berfikirlah positif mungkin lawan lebih baik dari pada kita, tidak dimainkan oleh pelatih atau sebagai cadangan, berarti rekan satu tim kita lebih bagus mainnya.

7. Seni.
Seni merupakan gerakan permainan yang indah dilihat atau ditonton. Seni dalam permainan bola voli merupakan motifasi dan semangat yang timbul secara otomatis saat kita melakukan permainan dengan gerakan-gerakan kerjasama yang bagus. Seni dapat membuat orang yang melihat pertandingan jadi tertarik untuk belajar dan bagi pemain dapat menjadikan sebuah hiburan selain kebugaran dan kesehatan fisik.

8. Sopan.
Sopan merupakan sikap menghargai dan melakukan tindakan atau sikap yang tidak menyimpang dari aturan atau norma yang berlaku. Sopan sangat erat kaitannya dengan tata krama atau unggah-ungguh. Sopan dalam permainan bola voli, misalnya menghargai dan berkata serta tidak berprilaku sewenang-wenang kepada rekan, lawan, pelatih, wasit maupun panitia pertandingan. Sikap sopan dalam permainan bola voli dapat membuat orang lain menyayangi, menghargai dan menghormati kita, sehingga kita berkesan baik dimata orang lain.

III.2. Pengaruhnya Dalam Kehidupan Sehari-hari.

Komponen-komponen tata nilai yang telah disebutkan diatas sangat besar pengaruhnya bagi kehidupan sehari-hari, dari mulai tingkah laku, sikap, tutur kata dan kepribadian kita. Karena dalam permainan bola voli kita sudah terbiasa melakukan hal-hal seperti diatas maka secara otomatis akan kita bawa dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dalam aktifitas sehari-hari kita tidak merasa asing lagi dalam melakukan hal-hal seperti diatas.

Pengaruh komponen tata nilai permainan bola voli dalam kehidupan sehari-hari :
1. Membiasaakan kita bertutur kata, bersikap dan berprilaku sopan.
2. Membiasakan kita hidup disiplin waktu maupun aturan.
3. Membuat hidup kita selalu ceria dan tubuh tetap sehat dan bugar.
4. Membuat kita mempunyai banyak teman.
5. Membuat kita disenangi banyak orang.
6. Membuat hidup kita taat aturan.
7. Membuat kita terbiasa bekerjasama dengan orang lain.
8. Membuat kita selalu semangat dalam melakukan sesuatu hal.

IV. KESIMPULAN.

Olahraga merupakan sarana untuk menyehatkan badan, membuat badan selalu segar dan bugar, olahraga juga dapat membuat pertumbuhan fisik manusia menjadi optimal serta dapat juga membentuk karakter, sikap, tutur kata dan prilaku manusia menjadi lebih baik. Dalam olahraga voli memang yang terutama yang berinteraksi adalah fisik, tetapi komponen tata nilai yang terkandung didalamnya merupakan pendidikan tambah yang dapat membentuk kepribadian manusia.

Jadi selain manfaat interaksi fisik yang yang dapat mengoptimalkan pertumbuhan fisik manusia, dalam permainan voli juga memiliki komponen tata nilai yang dapat membentuk karakter manusia menjadi lebih baik, lebih bermartabat dan lebih sopan. Harapan saya semoga yang dipelajari dalampermainan bola voli bukan hanya interaksi fisiknya saja, tetapi juga pembentukan sikap dan karakter yang dapat meningkatkan harkat dan martabat diri sendiri pada khususnya serta bangsa dan negara pada umumnya.


V. SARAN.

Berdasarkan permasalahan, pembahasan dan kesimpulan, maka dapat ditemukan saran-saran yang diharapkan dapat menjadi solusi dan motifasi.
Saran-saran tersebut seperti :
1. Mengingat olahraga voli juga dapat memoptimalkan pertumbuhan fisik manusia, maka diharapkan bagi generasi penerus sebaiknya mempelajari permainan voli supaya pertumbuhan fisik dapat optimal.
2. Dalam dunia pendidikan dari tingkat sekolah dasar sampai pada sekolah menengah atas terdapat pembelajaran mengenai olahraga permainan voli, diharapkan dari mulai pengenalan permainan voli ini diterapkan juga komponen tata nilai yang terdapat didalamnya supaya sejak usia dini generasi penerus bangsa memiliki karakter, sifat dan sikap yang baik seperti yang terdapat dalam tata nilai permainan voli.
3. Permainan bola voli juga dapat menambah wawasan dan meningkatkan IQ manusia, sehingga dengan fisik yang memadai dan IQ yang ok maka dapat meningkatkan martabat.



DAFTAR PUSTAKA

Mukholid, Agus. 2009. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMA Kelas X. Jakarta Timur : Yudhistira.
Peraturan Permainan Bola Voli. PBVSI. Jakarta.
Roji. 2008. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan SMP Kelas IX. Jakarta : Erlangga.
Tamat, Trisnowati dan Mirman, Moekarto. 2007. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Jakarta : Universitas Terbuka.
»»  READMORE...
»»  READMORE...