Halaman

Kamis, 15 Desember 2011

Goresan tinta

Angin dan Pinisi


Sejuk lembut angin berhembus
terbangkan butir-butir perasaan
melayang pelan dan perlahan
hinggap dan melekat didinding jiwa

saat angin menghantam samudra
terbentuk gelombang menuju pantai
disana aku termenung
menanti kelanjutan hari

ditengah laut
sang pinisi mulai menepi
membawa sebongkah hati
yang telah lama aku dinanti
karna dia lah aku tegak berdiri

Angin,,,,
bertiuplah engkau selalu
agar pinisi cepat menepi
karena tanpa hembusanmu
kokohnya layar tiada arti


by: Marzuki Sugeng Riyadi


2 komentar: